Resolusi Peternakan

“Dia menciptakan kamu dari diri yang satu kemudian Dia jadikan daripadanya istri dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor hewan yang berpasangan dari binatang ternak…” (QS 39 :6).

Dalam ayat lain (QS 6 : 143-144), delapan ekor hewan yang berpasangan (4 pasang) tersebut adalah dua ekor ( sepasang) domba, sepasang kambing, sepasang unta dan sepasang sapi.

Dari ayat-ayat tersebut kita dapat menangkap satu pesan yang sangat jelas bahwa sesungguhnya disediakan sumber-sumber daging yang sangat cukup untuk kehidupan kita di bumi ini. Disediakan olehNya dalam pasangan-pasangan untuk menjamin kelangsungan keturunannya, untuk sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan manusia yang menjadi sangat banyak.

Jadi jumlah penduduk yang banyak tidak bisa kita jadikan alasan terus kita tidak bisa makan daging yang cukup. Lantas mengapa kita tidak atau belum mampu mengkonsumi daging yang cukup seperti negeri-negeri yang lain ?

Barangkali kita belum melaksanakan perintahNya untuk memakmurkan bumi ini ! (QS 11:61). Padahal semua resources-nya ada di kita dan petunjuk cara-cara memakmurkan bumi ini juga begitu jelas dan detil.

3 Input untuk memakmurkan bumi
Illustrasi disamping  menggambarkan bahwa tiga komponen untuk memakmurkan bumi – bahkan dari kondisi ekstremnya (bumi yang matipun) – semua ada di kita. Biji-bijian, hujan dan ternak – semuanya ada. Bahkan dari empat pasang hewan ternak yang disebutkan di Al-Qur’an tersebut di atas tiga diantaranya yaitu domba, kambing dan sapi sudah sangat familiar di kita. Sedangkan untuk unta hanya karena kita belum mencobanya saja sehingga terasa asing.

Terpadunya petunjuk untuk menggunakan ketiga unsur tersebut dalam memakmurkan bumi dapat kita lihat di ayat berikut :

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.” (Qs 16:10)

Sangat bisa jadi kita tidak bisa makan daging secara cukup tersebut karena kita meninggalkan petunjuk yang sangat jelas tersebut. Kita punya hujan banyak, tanaman hijauan-pun juga masih sangat banyak. Tetapi siapa di antara kita yang masih menggembala ternaknya ?

Bila kita amati berternak kambing dan domba, kita dapat belajar bahwa ternyata ‘menggembala’ inilah kata kuncinya. Tidak heran mengapa seluruh nabi juga menggembala kambing !. Dengan menggembala bukan hanya kita bisa memberi makan ternak kita secara murah, tetapi juga mempertahankan kesuburan lahan melalui kotoran ternak yang menyebar.

Barangkali kita beralasan kini tidak ada lagi lahan gembalaan yang cukup. Tetapi alasan ini-pun sulit diterima. Lahan gembalaan bisa diantara tanaman-tanaman produktif yang ada (QS 80 : 24-32) seperti tanah-tanah perkebunan dan kehutanan. Bila dilakukan pengaturan yang baik malah bisa dilakukan di pinggir-pinggir jalan tol dan bahkan juga di padang golf yang banyak di Jabodetabek ini !

Dengan menggunakan hewan gembalaan maka pengelola jalan tidak perlu repot-repot memotong rumput, rumput sudah ada pemotongnya yang alami sekaligus menyuburkannya. Demikian pula para pengelola lapangan golf.

Intinya adalah tinggal faktor kemauan kita untuk berfikir serius dalam mengatasi ketimpangan dalam konsumsi daging yang bisa melemahkan umat ini.

Wallahu A'lam.

Agribisnis Indonesia
Rumah Hikmah, www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan