Rumah Hikmah

Rumah Hikmah: membangun kemakmuran umat melalui sharing belajar bersama berbagi Ilmu dan Amal dalam ber-bisnis mandiri melalui kantor di rumah sendiri sampai memiliki bisnis mandiri mancanegara Eksportir Indonesia.

Jl. Prof DR Lafran Pane No.26, Cimanggis, Depok. | SMS +62-856-111-1819

Eksportir Indonesia

Membangun bisnis mandiri skala International Eksportir Indonesia bersama pe-bisnis Korea, China dan Malaysia. Seharusnya kita mampu menjadi pemenang dengan memaksimalkan potensi alam yang kita miliki disertai dengan ilmu pengetahuan.

Dinar Islam

Membangun pondasi perekonomian keluarga islami berdasarkan Al Qur'an dan As Sunah. Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Membangun Kemakmuran Umat

Saatnya kita membangun (kembali) kemakmuran umat yang sebenarnya memiliki Sumber Daya Alam yang kaya akan tetapi terjajah oleh kurangnya iman, ilmu pengetahuan dan amalan.

Bersama kita bisa...!!!

Saling berbagi pengalaman, kemampuan yang dimiliki masing-masing individu dan berbagi ilmu pengetahuan, kita bersama-sama membangun (kembali) kemakmuran umat dengan kekayaan potensi alam yang kita miliki..

Mencari Pemimpin Kafilah Perjalanan Umat


Sudah 69 tahun merdeka dan kita melakukan perjalanan menuju kemakmuran umat..., mendekati tujuan-pun kita belum. Di bumi yang hujannya melimpah dan semua tumbuh-tumbuhan hidup, kita masih belum bisa mencukupi kebutuhan pangan kita sendiri. Bahkan konsumsi daging kita baru mencapai sekitar ¼ dari rata-rata konsumsi daging dunia !

Nah mumpung sekarang pemimpin kafilah perjalanan ini akan berganti (lagi), mustinya menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperoleh pemimpin yang tahu betul tentang arah perjalanan ini yang seharusnya, tahu betul tentang perbekalan ruhiyah maupun jasadiyah yang amat sangat diperlukan agar perjalanan ini sampai kepada tujuannya.

Tetapi bagaimana kalau dari calon-calon pemimpin kafilah yang ada belum nampak ada tanda-tanda bahwa dia tahu arah perjalanan ini, bahwa dia tahu perbekalan yang dibutuhkan ? ya sebenarnya mereka belum layak memimpin. Yang layak memimpin sesungguhnya juga sudah jelas, dia haruslah orang yang beriman dan beramal shaleh (QS 24 :55) :

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik". (QS An-Nūr:55).

Iman merupakan kekuatan bekal ruhiyah, sedangkan amal shaleh merupakan kekuatan perbekalan jasadiyah.

Tetapi masalahnya di perjalanan panjang kafilah negeri ini bukan pemimpin semacam ini yang akan hadir paling tidak untuk sementara ini, yang akan hadir adalah yang dipilih rame-rame tanpa harus memperhatikan keimanan maupun amal shalehnya. Artinya salah kita sendiri bila dengan sengaja kita memilih pemimpin tanpa pertimbangan kekuatan bekal ruhiyah dan jasadiyah !

Maka apa yang bisa kita lakukan ? mutung tidak ikut perjalanan kafilah besar ini ? Masih banyak yang bisa kita lakukan. Kita bisa berada dalam perjalanan kafilah besar ini,  tetapi dari waktu kewaktu kita harus rajin membaca peta perjalanan – dan teriak keras mengingatkan pemimpin perjalanan bila dia melenceng.

Berada di dalam kafilah perjalanan tidak berarti menerima  tanpa syarat kemanapun kafilah dibawa oleh para pemimpin perjalanan. Bila dia mau mengajak kita masuk jurang, masak kita juga ngikut saja ? pengikut perjalanan harus berani teriak mengingatkan dan ketika kereta pemimpin yang di depan bener-bener nyungsep ke jurang, pengikut harus bisa melompat menyelamatkan diri.

Atau ada alternatif lain, kita tidak ikut rombongan perjalanan kafilah tersebut. Kita menempuh perjalanan sendiri dalam rombongan lain, membaca petunjuk jalan yang benar kemudian menempuhnya secara sungguh-sungguh. Dari waktu kewaktu kemudian kita juga masih bisa berinteraksi dengan kafilah yang besar tersebut, dengan memberitahu mereka bila perjalanan yang mereka tempuh keliru.
Wallahu A'lam. 

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Strategi Facebook dengan Domba...?


Belanja negara kita tahun ini akan berkisar 1,840 trilyun, jumlah uang yang seolah tidak terbayangkan banyaknya ini ( berapa angka nol-nya ?) sudah habis teralokasikan untuk hal-hal yang nyaris rutin. Bahkan untuk membiayai belanja negara  tersebut, kita masih harus hutang sekitar 175 trilyun.

Dengan pendapatan dan belanja negara yang nyaris tanpa terobosan selama beberapa dekade tersebut,  maka yang terjadi adalah juga tidak ada terobosan dalam pengentasan kemiskinan. Data Bank Dunia terakhir masih menunjukkan di negeri ini ada 43.3 juta orang yang daya belinya kurang dari US$ 2/ hari, padahal inipun masih 1/5 dari tingkat kemiskinan standar Islam yang 20 Dinar.

Dengan APBN yang rutin dan cenderung monoton, nyaris tidak terbayangkan misalnya negeri ini akan mampu mengalokasikan 1/3 dari belanja negara untuk mengentaskan kemiskinan misalnya. Padahal kira-kira sejumlah inilah yang kita butuhkan untuk bisa mengentaskan kemiskinan secara drastis.

Jumlah tersebut, yang saya perkirakan nilainya sekitar US$ 61 milyar – tidak mungkin juga kita peroleh dengan berhutang, membabat hutan, menguras tambang dlsb. yang memang sudah selama ini kita eksploitasi habis-habisan. Jadi apa alternatifnya untuk memperoleh modal pengentasan kemiskinan yang significant tersebut ?

Yang paling memungkinkan adalah mengeksplorasi habis-habisan sumber daya paling berharga dari bangsa ini, yaitu sumber daya manusianya. Sangat banyak otak-otak cerdas negeri ini yang bisa dieksplorasi dan diintegrasikan menjadi apa yang disebut industri kreatif yang 'killing' istilah anak mudanya.

Kalau saja kita bisa menghasilkan kreatifitas layaknya kreatifitas empat sekawan pendiri Twitter (Evan Williams, Noah Glass, Jack Dorsey dan Biz Stone), maka mereka bisa mengeruk modal sampai sekitar US$ 27 milyar di pasar global.

Kalau saja dari 250 juta orang di negeri ini kita bisa menemukan satu orang sekelas Mark Zuckerberg – pendiri Facebook, maka dia bisa meraup modal US$ 156 milyar di pasar global.

Jadi kebutuhan modal kita yang sekitar US$ 61 milyar, sebenarnya hanya senilai kapitalisasi pasar antara Twitter dan Facebook. Ini bisa kita lakukan bila kita bukan hanya belajar dari social media dan data yang selama ini sudah kita gunakan, tetapi belajar dari kreatifitasnya dalam menarik modal dari pasar global.

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sumber daya manusia kita tidak kalah dengan mereka, pasti ada orang-orang Indonesia yang mampu menyaingi kecerdasan dan kreatifitas mereka ini. Yang diperlukan adalah bagaimana pemerintahan yang baru nanti bisa membangun environment yang kondusif, sehingga kreatifitas-kreatifitas anak negeri ini mendapatkan jalannya untuk berkembang secara maksimal. Bila perlu beri insentif perijinan, modal awal, pembinaan dlsb-dlsb agar bener-bener terlahir industri kreatif yang 'killing' dalam skala global.

Lantas untuk apa seandainya dana modal yang US$ 61 milyar atau setara dengan 1/3 APBN kita tahun ini tersebut bener-bener bisa terkumpul ? Saya tertarik untuk membagikannya ke 43.3 juta orang yang tergolong miskin di negeri ini sesuai data Bank Dunia tersebut di atas.

Tetapi tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, diberikan dalam bentuk domba yang kemudian dikelola bersama-sama secara syirkah dengan para professional dibidangnya. Maka masing-masing orang akan mendapatkan 8 ekor domba sebagai modal awal.

Dari 8 ekor domba inilah yang kemudian dalam periode 2-4 tahun - tergantung percepatan efektif yang dihasilkannya – 43.3 juta orang tersebut akan mentas kemiskinannya dengan standar 40 domba ( anggap rata-rata masih ukuran sedang @ ½ Dinar).

Inilah standar kemakmuran minimal umat ini , yaitu 40 ekor domba dimana dia sudah mulai terkena wajib zakat. Standar ini sekitar 5 kali lebih tinggi dibandingkan standar tingginya Bank Dunia yang US$ 2/hari.

Jadi dengan dua langkah kombinasi antara industri kreatif untuk menarik modal global, dan solusi domba – kita akan mampu mengatasi dua masalah sekaligus. Pertama mengentaskan kemiskinan, kedua meningkatkan konsumsi daging nasional kita untuk mencapai rata-rata yang dikonsumsi masyarakat dunia di angka 41 kg/kapita/tahun dari kondisinya sekarang yang hanya 10 kg/kapita/tahun.

Karena tulisan ini juga menyebar melalui Twitter dan Facebook, saya berharap Anda para calon presiden atau team sukses Anda juga membaca tulisan ini. Siapa tahu Anda bener-bener terpilih dan kemudian amanah untuk memakmurkan rakyat ini jatuh ke pundak Anda – Anda sudah punya salah satu solusinya ini. InsyaAllah.


www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Menyimak kembali tànaman Alfaafa dari Al Quran


Solusi agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah sesudah kita, dan juga solusi agar anak-anak kita tumbuh sama tinggi dengan bangsa lain di dunia ini insyaallah sudah begitu jelas – tinggal menunggu tindakan nyata kita untuk mengimplementasikannya.

Salah satu solusi ini adalah hasil diskusi yang membahas surat An-Naba' (Berita Besar) ayat ke 16. Ayat tepatnya berbunyi "wa jannaatin alfaafa" yang oleh penterjemah Departemen Agama diartikan sebagai "dan kebun-kebun yang rindang". Mungkin karena keterbatasan bahasa Indonesia, ayat tersebut diatas diterjemahkan sama persis dengan ayat lain yang berbunyi "wa khadaa iqo ghulba" (QS 80 :30) yang terjemahannya juga "dan kebun-kebun yang rindang" .

Sangat bisa jadi Allah mempunyai maksud lain ketika menggunakan kalimat yang berbeda untuk menggambarkan "kebun-kebun yang rindang" tersebut. Bisa jadi alfaafa yang menurut ustadz saya dalam bahasa arab umumnya berarti "berkumpul, bercampur baur, berdekat-dekatan" untuk meggambarkan banyaknya pohon dalam kebun dlsb.; juga berarti nama jenis tanaman tertentu ?.

Di dunia ini memang ada tanaman luar biasa yang dalam bahasa Inggris disebut Alfalfa atau dalam bahasa latinnya disebut Medicago Sativa - bisa jadi ini adalah tanaman Alfaafa dalam ayat tersebut diatas !. Karena menurut sejarah tanaman ini sudah ada sejak 6,000 tahun sebelum Masehi , dan dokumen tertua yang ada menjelaksan tentang tanaman Alfalfa ini adalah dokumen di Turki yang ditulis kurang lebih 1300 tahun sebelum masehi. Jadi tanaman Alfalfa memang ada pada saat Al-Qur'an turun !.

Terlepas dari kebenaran yang masih perlu dikaji – yaitu apakah yang disebut di Al Qur'an sebagai "wa jannaatin alfaafa" ini adalah "kebun-kebun yang rindang" secara umum, atau secara khusus diarahkan untuk kebun Alfalfa. Yang jelas tanaman Alfalfa ini memang merupakan karunia yang luar biasa dari Allah untuk umat manusia di dunia.

Karunia tersebut antara lain adalah :

  1. Akarnya yang sangat dalam masuk ketanah, selain menjadi penahan erosi yang sangat efektif juga dapat menyerap hampir seluruh unsur-unsur penting yang ada di dalam tanah.
  2. Memiliki protein yang sangat tinggi, dari sebuah riset di Kroasia, tangkai Alfalfa bisa mengandung protein sampai sekitar 18% ; dan bahkan daunnya bisa diatas 30 %.
  3. Dengan kandungan protein yang sangat tinggi tersebut, maka seluruh hewan ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dlsb) akan sangat cepat tumbuh bila diberi makan dari Alfalfa ini.
  4. Bahkan daun Alfalfa memiliki kandungan klorofil yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.
  5. Dlsb.dlsb.

Lantas apa kaitannya tanaman Alfalfa ini dengan krisis berkurang tinggi-nya anak-anak Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya makan daging ?.

Daging dari sapi, kambing dan lain sebagainya akan mudah dihasilkan dengan murah bila ditemukan tanaman yang mengandung protein tinggi seperti tanaman Alfalfa ini. Tidak heran negeri seperti Amerika menanam tambahan sekitar 9.2 juta hektar tanaman ini setiap tahunnya untuk makanan ternak mereka. Nilai ekonomi tanaman Alfalfa di negeri tersebut sangat tinggi ( nomor ketiga setelah jagung dan kedelai) karena menjadi sumber pakan ternak yang sangat efektif ini.

Lantas mengapa tidak kita tanam saja banyak-banyak agar kambing dan sapi kita cepat tumbuh – agar daging menjadi murah dan terjangkau oleh seluruh rakyat ?. Tidak mudah memang, beberapa pihak di tanah air sudah mencobanya tetapi belum berhasil.

Saat ini kita bisa membeli benih tanaman ini dari luar tetapi yang sudah dibuat infertile oleh produsennya. Inilah jahatnya mereka, mereka tidak menghendaki tanaman yang luar biasa ini tumbuh di negeri seperti Indonesia – agar negeri seperti kita ini tetap tergantung pada negara-negara tersebut untuk terus impor daginng dlsb.

Tetapi one way or another , kita harus bisa menumbuhkan tanaman ini banyak-banyak di negeri kita ini, agar kita bisa beternak kambing dan sapi banyak-banyak secara efisien. Agar anak-anak negeri ini mampu makan daging secara cukup kedepannya. Apalagi bila benar Alfalfa ini adalah tanaman yang disebut di surat An-Naba' tersebut diatas, pasti manfaatnya untuk seluruh umat manusia – tidak hanya bangsa negara maju saja.

Melihat potensi yang begitu besar ini, kami mengundang para ahli dan praktisi pertanian di seluruh Indonesia – yang memiliki pengetahuan atau pengalaman langsung dengan Alfalfa ini - untuk membantu kami membudi dayakan Alfalfa ini secara luas di Indonesia. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerjasama yang baik untuk membangun kegenerasi yang kuat kedepan, generasi penghafal Al-Qur'an yang minum susu kambing secara cukup dan juga makan daging yang cukup.

Siapa tahu Anda bisa menjadi bagian dari solusi atas masalah-masalah besar yang terkait dengan sumber pangan bangsa ini kedepan. Solusi yang petunjuknya sudah begitu jelas ada di Al-Qur'an . InsyaAllah bersama kita bisa !.


www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Simulasikan Death Valley Usaha Mandiri Anda...


Pengungkapan statistik ini bukan untuk menakut-nakuti para (calon) entrepreneur, tetapi justru sebaliknya. Prepare for the worst to get the best – siap menghadapi yang terburuk untuk mendapatkan yang terbaik, maka dengan cara memahami penyebab waktu terburuk dalam usaha atau death valley ini – insyaAllah kita bisa menyiapkan strategi untuk menghadapi dan mampu melewatinya.

Simulasi death valley-nya untuk dua kondisi tersebut diatas bisa dilihat untuk usaha yang kita rintis apakah berjalan sesuai rencana..?, bila tidak perlu tambahan modal lagi dari modal awal Anda dan usaha Anda sudah akan lepas dari death valley di tahun kedua.

Sebaliknya bila kondisi terburuk yang terjadi – yaitu penjualan tidak tercapai dan biaya juga tidak dapat ditekan – maka Anda akan memerlukan injeksi modal di tahun kedua atau ketiga – agar Anda bisa tahan berada di death valley lebih panjang – lima tahun atau lebih sampai usaha Anda mentas dari lembah kematian ini.

Dua unsur yang berpengaruh menentukan seberapa dalam dan seberapa lama death valley ini adalah unsur penjualan dan unsur biaya. Unsur penjualan dapat Anda ketahui secara detil sejak hari pertama Anda jualan, demikian pula dengan unsur biaya. Artinya begitu sisi pendapatan tidak bisa di dongkrak untuk memenuhi  target, Anda harus bisa menekan cost.

Maka sesungguhnya dalam dan lamanya death valley ini masuk area yang bisa di rencanakan, dipantau, dikoreksi dlsb dari waktu ke waktu. Kuncinya ada di perencanaan financial yang akurat, serta penerapannya yang sungguh-sungguh di lapangan.

“... Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya....”. QS 3 : 159.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Kitakah para pencari itu...?

Bumi diciptakan Allah dalam dua masa dan kemudian diisinya dengan makanan-makanan bagi penghuninya secara cukup dalam empat masa (QS 41 : 9-10). Tetapi kini satu dari delapan penduduk bumi kelaparan, lantas dimana letak masalahnya ? Masalahnya ada pada penduduk bumi itu sendiri. Di bumi ini banyak pemimpi, pencuri dan sedikit pencari. Bagian yang manakah kita ?

Para pemimpi adalah orang yang duduk-duduk, yang tidak berbuat sesuatu untuk merubah keadaan - tetapi mengharapkan keadaan berubah. Para pemimpi adalah orang yang menganggap penugasan Allah “…Dia telah menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu pemakmurnya…” (Qs 11:61) – sebagai tugas untuk orang lain, bukan tugas dirinya.

Para pencuri bisa jadi dia bekerja keras mengeksplorasi atau mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi mereka bekerja bukan karena ingin memakmurkannya juga untuk kepentingan para penghuni bumi lainnya – dia ingin mengambilnya untuk dirinya sendiri atau kelompoknya.

Para pencuri ini rela berbuat kerusakan di muka bumi dengan merusak tanaman dan keturunan (QS 2 : 205), ketakutannya akan kemiskinan membuat mereka serakah, berbuat jahat , mengambil hak orang dan kikir terhadap kepentingan masyarakat yang luas (QS 2:268).

Sedangkan para pencari adalah sedikit orang yang rela melakukan apa saja sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepadanya : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS 5 :35)

Jumlah mereka tidak banyak karena bisa jadi mereka bukanlah orang-orang yang berada di pusat-pusat kenikmatan dunia. Sebagai pendakwah mereka bisa dipenjara hanya karena pemikirannya yang berseberangan dengan penguasa, sebagai pengusaha mereka bisa terkucil dari hiruk pikuk ekonomi dunia karena tidak mau menerima atau memberi  riba, sebagai pekerja mereka tidak mudah melaju karena lingkungan kerjanya yang bertentangan dengan hati nuraninya dlsb.

Jumlah mereka sedikit karena jalan mereka adalah jalan yang mendaki lagi sukar, mereka berusaha membebaskan manusia dari perbudakan systemic – perbudakan manusia atas manusia lainnya dalam perbagai perwujudannya. Mereka berusaha memberi makan di hari kelaparan – yang kini melanda 1/8 dari penduduk bumi (QS 90:11- 16).

Lantas siapa pencari itu ? Anda dan saya, tentu kita semua tidak ingin menjadi orang yang duduk-duduk saja melihat segala ketimpangan yang ada. Anda dan saya tentu saja – sangat tidak ingin menjadi pencuri atau kaki tangan pencuri-pencuri besar yang begitu besarnya system, perusahaan atau institusi mereka sampai-sampai kita tidak sadar bahwa mereka adalah pencuri.

Maka pilihannya tinggal satu, kita semua ingin menjadi pencari – yang senantiasa mencari jalan yang mendekatkan diri kepadaNya, bersungguh-sungguh bekerja di jalanNya – yang dengan ini kita ingin menjadi orang yang beruntung, mendapatkan ampunan dan karuniaNya.

Bila Anda merasa sendirian dan kesepian di jalan yang mendaki lagi sukar tersebut, mengapa kita tidak bergabung dan berjama’ah, merapikan barisan – untuk saling mengisi dan berbagi ? Maka inilah undangan untuk yang ingin bergabung dalam Startup Center yang Alhamdulillah sudah hadir di Komunitas Eksportir Indonesia, Jl. Prof DR Lafran Pane No.26, Cimanggis, Kelapa Dua, Depok.

Komunitas Eksportir Indonesia
Komunitas Eksportir Indonesia bukanlah tempat untuk mencari pekerjaan, tetapi inilah salah satu peluang di jalan yang mendaki lagi sukar itu. Secara bersama-sama kita ingin melahirkan korporasi-korporasi besar bukan hanya untuk skala Indonesia, tetapi juga dunia – bukan karena kita takut miskin, tetapi karena kita berharap ampunan dan karuniaNya. InsyaAllah.

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS 2:268)

Note:
Bagi yang berminat bergabung dengan Komunitas Eksportir Indonesia, silahkan daftarkan via SMS ke 0811-141131.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Kerjasama Tiga Sisi dalam Berusaha

Komunitas yang besar dan bahkan juga organisasi-organisasi masa Islam yang besar dengan anggota puluhan juta orang disaat ini seolah tidak berdaya melawan cengkerangan konglomerasi dan kapitalisme global. Hal ini bisa jadi disebabkan karena dalam bermuamalah kebanyakan mereka terkotak-kotak dan terlalu fokus pada satu atau dua sisi saja.

Padahal Islam memiliki solusi yang komprehensif – full tiga dimensi – atau kita sebut kerjasama tiga sisi untuk lebih mudahnya divisualisasikan – dalam mengatasi seluruh permasalahan finansial yang dihadapi umat ini.

Kerjasama Tiga Sisi dalam Berusaha

Tiga sisi tersebut dapat diilustrasikan sebagai segitiga di atas.

Sisi pertama untuk kegiatan sosial, tentu kita sudah sangat familiar dengan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf atau biasa disebut ZISWAF. Begitu besar sumber dana ZISWAF ini, namun seolah-olah belum berperan dalam memutar ekonomi umat.

Padahal salah satu unsur ZISWAF yaitu wakaf, mestinya bisa digerakkan untuk  kepentingan umat yang lebih luas. Misalnya untuk membuat pasar agar terbangun lokomotif ekonomi umat ini – yang menarik gerbong-gerbong kemakmuran. Untuk membuat jalan raya atau infrastructur lainnya, agar umat tidak tercengkeram kapitalisme di jalan – masak di setiap ruas jalan umat harus membayar ? dlsb.

Sisi kedua adalah sisi komersial, begitu banyak bentuk-bentuk syirkah, mudharabah atau qirad yang akan sesuai untuk berbagai jenis muamalah komersial antar umat. Sisi komersial ini yang sudah banyak dielaborasi oleh teman-teman di bank syariah, asuransi, pasar modal dlsb.

Sisi ketiga yang sebenarnya tidak kalah pentingnya adalah sisi accidental, namun sisi ini yang paling sedikit di-elaborasi di jaman ini – padahal ini bisa menjadi kunci jawaban dari perbagai permasalahan yang dihadapi umat di jaman ini.

Sisi ketiga ini dibutuhkan utamanya untuk menghadapi resiko-resiko yang terkait dengan mumalah ataupun kehidupan pada umumnya. Misalnya ketika kita belajar usaha bareng – seperti komunitas dengan 10,000 anggota tersebut di atas misalnya – masing-masing menghadapi resiko kegagalan usaha.

Ketika ada anggota yang gagal, hingga kini mereka terpuruk sendirian dan belum ada mekanisme untuk menolongnya. Padahal mestinya mereka bisa berta’awun – tolong menolong untuk menghadapi kegagalan itu secara bersama-sama.

Dalam sejarah Islam tolong menolong menghadapi kegagalan perjalanan dagang – oleh berbagai sebab ini biasa dilakukan dengan membayar kontribusi, Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-pun membayar kontribusi ini dari keuntungan yang diterimanya ketika berdagang dengan Modal dari Khadijah. Bahkan system sejenis yang disebut  aaqilah juga dilakukan untuk membayar uang darah, untuk penebusan tentara yang ditawan musuh dlsb.

Masyarakat yang ikut berkontribusi dalam aaqilah membayar kontribusi untuk mendapatkan jaminan aaqilah. Aaqila ini ada sejak pra Islam, namun kemudian juga dipakai di era Islam karena manfaatnya yang besar.

Aplikasi Aaqilah atau Ta’awun ini bisa dipakai untuk mengatasi berbagai persoalan yang tidak terpecahkan oleh system ekonomi kapitalisme sekarang. Misalnya bagaimana para pemula usaha mendapatkan santunan – minimal untuk bisa bertahan hidup – dari komunitas (calon) pengusaha – bila dia setelah berusaha maksimal dan dengan pembinaan para mentor/coach-nya – tetapi tetap gagal.

Bisa juga digunakan oleh para petani, mendapatkan jaminan dari sesama petani –bila gagal panen – mesikpun mereka sudah sungguh-sungguh bekerja dengan lahan dan tanaman yang sesuai.

Tolong menolong demikian sangat di-encourage dalam Islam dan bahkan mendapatan jaminan pertolongan Allah bagi para pelakuknya : “Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu)

System tolong menolong seperti ini antara lain akan menjadi feature yang ingin kita bangun untuk mendorong orang mau atau berani terjun ke usaha dan menciptakan peluang bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Selain tiga sisi tersebut, ada produk-produk gabungan atau produk yang berada diantaranya.

Pinjaman atau Qard misalnya, meskipun harus dikembalikan – seperti muamalah komersial – tetapi nilainya separuh dari shadaqah dalam hadits : “ Setiap dua pinjaman yang diberikan oleh seorang Muslim, bernilai satu shadaqah “ (hadits Ibnu Majjah dan Ibn Hibban).

Bahkan di riwayat lain disebutkan bahwa pinjaman itu bernilai 1.8 kali shadaqah : “Dari Anas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Pada saat Mi’raj saya melihat tulisan di pintu surga yang berbunyi ‘ setiap shadaqah diberi pahala sepuluh kali lipat, dan setiap pinjaman diberi pahala delapan belas kali lipat’. Saya bertanya : “ ya Jibril, mengapa pinjaman diberi pahala lebih dari shadaqah ?” , dia menjawab : “karena orang bisa minta shadaqah padahal dia tidak membutuhkannya, sedangkan peminjam hanya meminjam karena dia memang membutuhkannya”. (hadits Ibnu Majjah dan Al-Bayhaqi)

Firman Allah juga menyampaikan secara detail dan terperinci agar kita meng-administrasi-kan atau menuliskan dengan baik dan benar dalam ber-mu'amalah:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".
(QS Al-Baqarah: 282)

"Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".
(QS Al-Baqarah: 283)

Dengan banyaknya solusi keuangan dan permodalam dalam Islam tersebut diatas, mestinya umat ini bisa mengunggulkan system keuangannya jauh di atas system keuangan ribawi saat ini – keyakinan kitalah yang akan membangunnya. InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Mencari Peluang ber-Amal Saleh


Bila Anda adalah lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik di negeri ini, kemungkinan besarnya saat inipun Anda tidak kesulitan untuk mencari pekerjaan. Perusahaan-perusahaan besar yang mapan dengan senang hati akan berebut me-rekrut Anda untuk menjadi pegawainya. Perusahaan senang memperoleh tenaga muda yang cerdas dan penuh potensi, Anda-pun senang dengan segala gaji, fasilitas dan karir yang terbuka selagi Anda masih muda. Tapi inikah yang terbaik untuk Anda sendiri dan masyarakat dalam jangka panjang ?

Untuk Anda sendiri dan dalam jangka pendek, jawabannya adalah hampir pasti "Ya". Di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, ditengah berjibunnya pengangguran – Anda memiliki pekerjaan di perusahaan yang mapan dan dengan gaji yang jauh dari UMR.

Tapi bayangkan kondisi Anda 10, 20 dan 30 tahun dari sekarang, tidak sulit untuk membayangkan ini. Lihat orang-orang sekeliling dan di atas Anda, berapa lama mereka masing-masing menempati posisinya ? kemudian gali informasi orang-orang yang sudah pensiun dari perusahaan tempat Anda bekerja. Di mana mereka sekarang ?, apa yang mereka kerjakan ?

Lalu bertanyalah kepada diri Anda sendiri, itukah masa depan yang Anda bayangkan? Bila jawabannya "Ya".  Maka selamat, Anda telah menentukan pilihan Anda sendiri dengan sadar seperti apa kiranya akhir dari pencapaian cita-cita Anda. Tidak ada yang salah untuk ini karena ini baik untuk Anda dan juga baik untuk perusahaan atau institusi dimana Anda bekerja.

Tetapi bayangkan di luar sana, berjuta orang tidak memiliki pekerjaan. Siapa yang akan membangunkan lapangan pekerjaan untuk mereka ?

Pemerintahkah? tentu pemerintah dari waktu ke waktu harus berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Tetapi ini tugas normatif yang sulit terkwantifisir secara riil dari waktu ke waktu. Ditengah kondisi dimana kita diribetkan oleh segala macam perijinan usaha dlsb di dalam memulai usaha, memang kita tidak bisa berharap banyak dari Pemerintah.

Tugas para konglomerat kah ? betul bisa jadi mereka menciptakan pekerjaan. Tetapi lagi-lagi apa yang mereka lakukan juga belum cukup untuk menyelesaikan masalah dengan bukti adanya tingkat pengangguran yang masih tinggi tersebut. Juga ketika mereka menciptakan pekerjaan untuk kepentingan kelompok atau group mereka sendiri – inikah yang Anda inginkan ? rasanya bukan juga !

Lantas tugas siapa ?, inilah sebenarnya tugas orang-orang cerdas seperti Anda !

Membangun sesuatu yang menciptakan lapangan pekerjaan adalah tugas yang sangat sulit, tidak bisa dipecahkan oleh kebanyakan orang. Sama seperti ketika ada ujian di sekolah atau di kampus Anda dahulu. Ujian-ujian yang sulit tidak bisa dipecahkan oleh teman-teman seangkatan Anda yang biasa-biasa saja, siswa atau mahasiswa cerdas seperti Andalah yang bisa memecahkannya.

Nah sekarang ujian-ujian yang sama sulitnya atau bahkan lebih sulit sedang dihadapi oleh 'teman-teman' Anda se negara. Anda yang seharusnya bisa menyelesaikan ujiannya dengan membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja untuk mereka – tetapi Anda tidak ada – karena Anda sedang sibuk membangun karir Anda sendiri, membangun profesi Anda sendiri.

Maka inilah jebakan profesi – yaitu ketika orang-orang cerdas berhasil membangun profesinya sendiri dan menciptakan kerja yang sangat baik tetapi hanya untuk dirinya sendiri.

Lagi-lagi tidak ada yang salah dengan ini, hanya saja saya ingin membuka wawasan lain untuk Anda. Bila memilih jalur bekerja, Anda dengan mudah mengetahui kira-kira seperti apa jenjang karir Anda sampai pensiun itu.

Bila memilih jalur berwirausaha untuk membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja, resiko tentu sangat besar dan tidak lebih mudah bagi Anda untuk membayangkan masa depan itu akan seperti apa.

Tetapi bayangkan bila Anda tidak hanya bisa menciptakan lapangan kerja untuk diri Anda sendiri, Anda juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar Anda. Ketika Anda pensiun, mereka tetap bisa bekerja. Bahkan ketika Anda sudah tidak ada-pun, orang-orang tetap bekerja dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus bekerja.

Tentu ini tidak mudah dan bukan tugas semua orang, ini hanyalah tugas segelintir orang-orang cerdas seperti Anda – bila Anda tidak terjebak dalam jebakan profesi Anda - membantu umat dalam mencarikan solusi masalah kurangnya lapangan pekerjaan di negeri ini dan mencegah ketakutan kebanyakan orang yang memiliki anggapan akan sulitnya mencari rejeki yang halal, sehingga berani melakukan pekerjaan yang memiliki sifat kemungkaran dan kemaksiatan tanpa rasa takut kepada Allah SWT.

Bila tulisan ini mem-provokasi Anda dan Anda mulai bertanya-tanya pada diri Anda sendiri ' terus apa yang bisa saya lakukan?' ,  maka itulah misi www.rumah-hikmah.com dalam Komunitas Eksportir Indonesia yang sudah beroperasi di Gedung Eksportir Indonesia di Jl. Prof. DR. Lafran Pane No.26, Kelapa Dua, Depok (Google Maps http://goo.gl/maps/womSC). Tempat untuk Anda bisa mengobrol santai – tentang apa apa yang mestinya bisa Anda lakukan dan harus Anda lakukan. Tempat yang tidak menawarkan pekerjaan – tetapi menawarkan peluang untuk di-eksplorasi, peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan berikutnya sebagai - amal saleh - kita semua. InsyaAllah.

Firman Allah dalam surah An Nur 55:
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Wallahu A'lam.



www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan