Jakarta oh Jakarta...


Apa enaknya sih misalnya bekerja di Jakarta dengan membuang 3 sampai 4 jam setiap hari di jalan, dengan biaya hidup yang mahal, banjir dan kemacetan belum nampak bisa diatasi, keamanan yang tidak terjamin, pencemaran udara dan airnya konon membuat begitu banyak anak terlahir autis ?

Tetapi Jakarta tetap menjadi tujuan utama anak-anak muda dari seluruh negeri yang telah menyelesaikan pendidikannya, Jakarta menjadi tumpuan harapan ketika di kampung tidak ada tempat kerja yang bergengsi. Disinilah masalahnya, orang mementingkan gengsi, citra atau gaya hidup metropolitan – meskipun hidup di metropolitannya sengsara.

Karena salah satu faktor pendorong urbanisasi itu adalah lifestyle metropolitan yang dipamerkan melalui acara-acara televisi, dan juga para pekerja ibukota yang tampil parlente ketika pulang kampung di musim lebaran – maka lifestyle ini mestinya bisa dilawan pula dengan lifestyle.

Kaum pekerja kelas menengah sampai atas misalnya bisa menjadi pelopor gerakan yang saya sebut Deurbanization Lifestyle ini. Anda yang sudah mapan di Jakarta misalnya, kemungkinan Anda punya imaginasi untuk kerja dari kampung halaman Anda masing-masing, atau kerja dari kota yang memiliki kenangan tersendiri bagi Anda – kota tempat Anda bertemu pertama kali dengan calon ibunya anak-anak misalnya.

Di posisi Anda saat ini, semua itu mestinya kini menjadi mungkin. Dengan bantuan teknologi, Anda tidak harus bertemu dengan mitra bisnis atau mitra kerja Anda setiap saat. Bila toh dibutuhkan sekali waktu Anda dengan mudah bisa terbang satu dua jam ke Jakarta.

Bila orang-orang makmur seperti Anda pulang kampung, multiplier effect-nya insyaAllah akan sangat berarti;
Pertama dengan income Jakarta yang Anda belanjakan di kota atau kampung halaman akan berdampak besar pada ekonomi masyarakat setempat.
Kedua, dengan pengetahuan dan pengalaman Anda – Anda bisa menjadi katalisator  pembangunan ekonomi di daerah-daerah.
Dan ketiga, bila hal ini dilakukan rame-rame menjadi lifestyle baru yang diidamkan oleh para pekerja – maka perkembangan ekonomi Indonesia akan terdorong untuk menyebar ke seluruh penjuru negeri.

Semoga kita semua dapat menemukan solusi memiliki kantor di rumah kita sendiri. InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:
coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan