Rumah Hikmah News Casa Andara Residence Cluster Green Nature

Header

Kapan memulai usaha..? (mencontoh Rasulullah)


Tidak mudah untuk menentukan usia terbaik bagi seseorang untuk mulai berusaha. Ada sedikit orang yang siap terjun berusaha sedari belia dan dia bisa sukses. Sebagian besar orang di jaman ini terjun ke dunia usaha ketika sudah kepepet memasuki usia pensiun, sebagian juga masih bisa sukses.

Lantas kita – kita yang tidak termasuk sedikit orang yang memulai usaha sedari belia, tetapi juga tidak ingin kepepet memasuki dunia usaha ketika sudah di usia pensiun dari tempat kerja – pada usia berapa kita sebaiknya memulai ?.

Menurut saya usia terbaik untuk memulai pekerjaan besar ini adalah di usia 40 tahun !. Mengapa ? inilah penjelasannya.

Pasti bukan kebetulan ketika Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun. Juga bukan kebetulan pula bila ada ayat di Al-Qur’an yang memberi panduan do’a khusus ketika kita memasuki usia 40 tahun :

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". (QS 46 :15)

Usia 40 tahun adalah ketika seseorang sudah sangat matang dalam jasmani maupun rokhani untuk memulai pekerjaan besarnya sendiri, bukan hanya sebagai pelaksana dari pekerjaan besar orang lain. Usia 40 menjadi representasi kematangan usia yang telah lengkap dibangun dengan pengalaman lapangan yang sangat cukup – bukan hanya pengetahuan (knowledge) tetapi juga keterampilan (skills) dan kebijaksanaan (wisdom).

Dengan usia rata-rata umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berada di antara 60 tahun sampai 70 tahun, maka pekerjaan besar yang dimulai pada usia 40 tahun insyaallah juga akan cukup waktu untuk menuntaskannya dan menyerahkannya pada generasi penerus ketika waktu kita habis dan harus menghadap ke Sang Pencipta.

Bila Anda saat ini berusia 40 tahun dan masih melaksanakan tugas besar orang lain – maksudnya Anda masih bekerja di perusahaan atau instansi orang lain, maka hanya ada dua kemungkinan dari posisi Anda saat ini.

Kemungkinan pertama Anda mentog di posisi Anda saat ini, ditandai dengan pangkat yang tidak naik-naik, pekerjaan menjadi rutinitas, gairah kerja mulai menurun, ada perasaan bosan, galau dlsb. bercampur aduk. Bisa jadi inilah tanda-tandanya Anda sudah harus keluar dan memulai pekerjaan Anda sendiri yang lebih menantang – mengapa harus menunggu 15 tahun lagi sampai pensiun di posisi atau situasi menyiksa seperti ini ?.

Kemungkinan kedua adalah Anda sedang berada di puncak karir, masa depan gemilang, fasilitas melimpah, status sosial terhormat dlsb. Maka bisa jadi inipun hanya comfort zone yang membuai Anda dan mencegah Anda untuk berbuat maksimal – melalui bangunan amal shaleh yang Anda bangun sendiri – bukan bangunan yang digagas dan dirancang orang lain. Orang secemerlang Anda, apakah Anda puas hanya dengan fasilitas, jabatan dan sejenisnya ?. Mengapa tidak mengeksplorasi potensi lebih jauh bagi Anda - untuk berbuat lebih banyak di luar sana ?.

Bila usia Anda saat ini belum mencapai 40 tahun dan masih bekerja di tempat orang lain, bersyukurlah Anda punya ‘tempat magang’ yang baik – maka manfaatkanlah waktu Anda sebaik-baiknya. Tetapi jangan terlena dengan waktu Anda, buatlah rencana yang matang, sehingga paling lambat pada usia 40 tahun Anda siap membangun bangunan amal shaleh yang Anda rancang sendiri.

Bila usia Anda saat ini lebih dari 40 tahun dan masih bekerja di perusahaan atau instansi orang lain, inipun insyaAllah tidak masalah – tetapi segeralah bangun dari mimpi indah Anda sebelum dibangunkan oleh orang lain dengan terpaksa ketika usia Anda mencapai usia pensiun. Meskipun tidak banyak tetapi insyaallah masih cukup waktu bagi Anda untuk mengubah mimpi Anda menjadi visi dan misi atas bangunan amal shaleh Anda sendiri.

Karena tidak ada alasan untuk tidak memulainya  ( tentu hanya bagi Anda yang bener-bener ingin mulai memiliki usaha sendiri), maka asumsinya Anda memulai usaha itu saat ini. Maka apa yang akan Anda lakukan pada sisa usia Anda ?. Petunjuknya antara lain ada di ayat berikut :

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS 33 :21).

Contoh yang sempurna itu insyaAllah bisa kita terapkan juga dalam hal membangun amal shaleh berupa usaha kita tersebut di atas.

Ada dua periode utama dalam da’wah Islam yang dibangun oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu periode Mekah dan periode Madinah. Periode Mekah fokusnya pada pembangunan aqidah yang menjadi fondasi dari agama ini, sedangkan periode Madinah adalah periode ketika ‘bangunan’ Islam itu berhasil didirikan dengan utuh untuk menjadi contoh yang sempurna bagi umat ini sepanjang masa – dalam segala bidangnya.

Pada periode Madinah-lah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberi contoh langsung mulai dari membangun masjid, membangun pasar, memimpin perang, menjalankan negara, berhubungan dengan umat lain di luar Islam, berkomunikasi dengan pemimpin-pemimpin negeri lain yang ada saat itu, menyiapkan sahabat-sahabatnya untuk menjadi kader penerus dlsb.dlsb. Keberhasilan periode ini tentu tidak terlepas dari fondasi kuat yang telah mulai dibangun dalam periode sebelumnya yaitu periode Mekah.

Maka pembagian periode dan apa yang dilakukan di masing-masing periode inipun bisa kita contoh aplikasinya dalam membangun bangunan amal shaleh kita berupa usaha yang kita gagas.

Periode Mekah pada bangunan usaha Anda adalah ketika Anda menanamkan fondasi yang terdiri dari bidang yang dipilih, nilai-nilai yang ingin dibangun, segmen yang ingin digarap, modal yang akan digunakan, value proposition yang akan ditawarkan ke pasar, keunggulan yang akan dimiliki, percaya diri yang menjadi bekal Anda dan team bahwa Anda bisa dlsb.dlsb.

Tetapi sebagaimana yang dialami Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sepuluh tahun pertama dakwahnya penuh dengan ancaman dan kesulitan, sadisnya boikot dan bahkan ancaman pembunuhan. Maka jangan kaget pula bila pada tahun-tahun pertama usia usaha Anda, Anda juga akan mengalami kesulitan demi kesulitan, sadisnya persaingan pasar, sulitnya mencari modal – sampai juga ancaman kematian di death valley bila Anda tidak mampu bertahan.

Periode Madinah diawali dengan hijrahnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ke kota yang lebih kondusif untuk membangun masyarakat dan negara Islam secara sempurna – dakwah nabi bukan hanya diterima tetapi bahkan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Madinah yang kelak menjadi para sahabat dari kaum Anshor.

Periode Madinah dari usaha Anda adalah ketika usaha Anda berhasil melewati death valley dan mulai bisa memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarkat dan stake holders perusahaan Anda. Saat itu akan banyak yang datang mendukung Anda baik dari kalangan pemodal, mitra distribusi, anggota team yang tangguh dan bahkan juga mitra synergy dari berbagai usaha yang komplementer dengan usaha Anda.

Pada periode Madinah inilah waktunya Anda melengkapi struktur usaha, melengkapi organisasi, ekspansi horizontal – perluasan wilayah kerja, ekpansi vertical – diversifikasi dan integrasi untuk meningkatkan nilai tambah, kaderisasi dan persiapan suksesi untuk estafet usaha Anda ke generasi penerus Anda.

Manual lengkap untuk melalui masing-masing periode tersebut-pun tersedia; yaitu Al-Qur’an, Al-Hadits, Sirah Nabawiyah dan berbagai rujukan yang shahih lainnya.

Sebagai contoh di hari-hari awal kita memutuskan untuk terjun ke usaha, kita sering gemetar membayangkan beratnya pekerjaan yang akan kita lakukan kedepan. Bagaimana mengatasi masalah ini ?. Mencontoh Nabi !, karena Nabi-pun pernah mengalami yang demikian – gemetar ketakutan di awal-awal beliau menerima wahyu - sampai minta diselimuti oleh keluarganya, dari sinilah kemudian turun surat Al-Muzammil yang memerintahkan untuk bangun dari selimutnya dan menegakkan shalat malam. Kita bisa mencontoh yang persis seperti ini – bangun dan mulai melanggengkan shalat malam untuk menguatkan pendirian kita dan selalu mohon petunjuk dan pertolonganNya.

Kelak insyaallah usaha kita berhasil, kita bisa menaklukkan pasar dunia dan mengalahkan pesaing-pesaing global kita yang selama ini menggencet kita habis-habisan dengan kapitalisme ribawi-nya yang tidak berkeadilan – bagaimana kita harus bersikap saat itu ? Sekali lagi kita bisa mencontoh apa yang dilakukan Nabi pada peristiwa penaklukkan kota Mekah – ketika beliau memasuki kota dengan menundukkan kepala dan memberikan jaminan keamanan – bahkan pada orang-orang yang dahulu memusuhinya.

Contoh itu begitu komplit, begitu detil, begitu sempurna – untuk seluruh aspek kehidupan kita di jaman modern ini sekalipun – termasuk untuk memulai usaha yang semoga menjadi bangunan amal yang diridhaiNya – Amin.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -