Rumah Hikmah

Rumah Hikmah: membangun kemakmuran umat melalui sharing belajar bersama berbagi Ilmu dan Amal dalam ber-bisnis mandiri melalui kantor di rumah sendiri sampai memiliki bisnis mandiri mancanegara Eksportir Indonesia.

Jl. Prof DR Lafran Pane No.26, Cimanggis, Depok. | SMS +62-856-111-1819

Eksportir Indonesia

Membangun bisnis mandiri skala International Eksportir Indonesia bersama pe-bisnis Korea, China dan Malaysia. Seharusnya kita mampu menjadi pemenang dengan memaksimalkan potensi alam yang kita miliki disertai dengan ilmu pengetahuan.

Dinar Islam

Membangun pondasi perekonomian keluarga islami berdasarkan Al Qur'an dan As Sunah. Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Membangun Kemakmuran Umat

Saatnya kita membangun (kembali) kemakmuran umat yang sebenarnya memiliki Sumber Daya Alam yang kaya akan tetapi terjajah oleh kurangnya iman, ilmu pengetahuan dan amalan.

Bersama kita bisa...!!!

Saling berbagi pengalaman, kemampuan yang dimiliki masing-masing individu dan berbagi ilmu pengetahuan, kita bersama-sama membangun (kembali) kemakmuran umat dengan kekayaan potensi alam yang kita miliki..

Janganlah menjadi Budak Dunia...


Kota Madinah menjelang Ashar. Langit cerah. Orang-orang bergegas menuju ke masjid. Ingin bertemu dengan Baginda Rasulullah Shallahu alaihi wa salam. Mereka para sahabat Anshar dan Muhajirin, yang senantiasa setia bersamanya. Di waktu suka dan duka. Mereka dalam satu ikatan aqidah Islam, yang menjadi tali 'buhul', yang kuat bagi kehidupan mereka bersama. Para sahabat Anshar dan Muhajirin, senantiasa berpaut dalam ikatan ukhuwah, dan saling mencintai, atau ruhul mahabbah.

Usai shalat Ashar Rasulullah Shallahu alaihi wa salam menyampaikan khotbahnya, "Amma ba'du. Sesungguhnya dunia itu indah dan manis. Allah menjadikan kalian khalifah di sana untuk melihat apa yang kalian perbuat. Waspadalah terhadap dunia dan waspadalah terhadap wanita,karena fitnah pertama Bani Israel berawal dari wanita. Ketahuilah, Bani Adam diciptakan dengan bertingkat-tingkat. Ada yang dilahirkan sebagai mukmin,hidup sebagai mukmin, dan mati sebagai mukmin. Ada pula yang lahir sebagai kafir, dan hidup sebagai kafir, dan mati sebagai kafir. Ada yang dilahirkan sebagai mukmin, dan hidup sebagai mukmin, dan mati sebagai kafir. Tapi, ada orang yang dilahirkan kafir, dan hidup sebagai kafir, dan mati sebagai mukmin."

Maka, kehidupan manusia itu sangatlah relative, tergantung manusia, bagaimana dalam menghadapi proses kehidupan ini. Jika seseorang selalu menjaga hubungannya dengan Allah Azza Wa Jalla, melalui cara-cara yang sudah disyariatkan, maka niscaya ia akan mengakhiri kehidupannya sebagai seorang mukmin. Tapi, betapa banyaknya manusia yang lahir sebagai mukmin, dan hidup sebagai mukmin, tapi ketika mati menjadi kafir. Karena, ia diakhir hidupnya meninggalkan syariat, ketentuan-ketentuan yang telah diberikan oleh Allah Azza Wa Jalla.

Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, kemudian menyampaikan kepada kaum mukminin, yang berkumpul dihadapannya :

"Ketahuilah amarah adalah bara api yang dinyalakan di dalam dada anak Adam. Tidaklah kalian melihat matanya yang merah, dan urat-uratnya yang melembung? Jika, ada diantara kalian yang mengalaminya, hendaknya ia melihat ke tanah. Seorang lelaki yang baik adalah yang lambat marah dan cepat ridha, jika ia marah.

Seorang lelaki yang jelek adalah yang cepat marah dan lambat ridhanya, jika marah. Apabila, seseorang itu lambat marah dan lambat kembali sadar, atau cepat marah dan cepat sadar, maka kedua sifat itu sebanding", ujar Rasulullah.

Kemudian, Rasulullah Shallahu alaihi wa salam melanjutkan khotbahnya : "Ketahuilah, setiap pengkhianat akan memiliki bendera pada hari Kiamat sebesar pengkhianatannya. Ketahuilah, pengkhiantan terbesar adalah pengkhianatan seorang pemimpin. Hendaknya ketakutan kepada manusia tidak menghalangi seseorang untuk mengungkapkan kebenaran, jika ia mengatahuinya.

Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah mengungkapkan kebenaran dihadapan seorang penguasa yang zalim". Rasulullah Shallahu alaihi wa salam terus berkhotbah,hingga matahari hanya tinggal berwarna kemerahan diujung dahan kurma.

Beliau bersabda : "Ketahuilah bahwa masa dunia yang tersisa dibanding yang telah lewat adalah seperti hari kalian yang tersisa ini dibanding keseluruhan waktu yang lewat". (HR. Ahmad,Tirmidzi, dan Hakim).

Rasulullah Shllahu alaihi wa salam menyinggung salah satunya adalah mengenai bahaya dunia. Beliau menjelaskan bahwa rasa dan rupa dunia adalah manis. Lalu, Beliau memperingatkan kita akan bahaya dan godaan dunia. Beliau bersabda : "Maka, waspadalah terhadap dunia". Karena dunia membawa bencana, apabila datang dan menjadikan tubuh kurus bila pergi.

Seorang penyair mengungkapkan : "Inilah dunia. Ia berkata dengan lantang : "Hati-hati. Waspadalah terhadap cengkeraman dan pembunuhanku. Janganlah kalian terkecoh dengan senyumku, karena ucapanku menjadikan kalian tertawa, tetapi tindakanku menjadikan kalian menangis".Lalu, Rasulullah menutup khotbahnya dengan bersabda : "Ketahuilah, masa dunia yang tersisa ….."   Dengan kalimat itu, Beliau ingin mengingatkan kita bahwa dunia, seperti digambarkan oleh Allah Swt, dalam all-Qur'an : ".. Permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnya kuning, kemudian menjadi hancur .." (al-Hadid : 20).

"Duniamu tidak lain seperti sebuah tempat berteduh yang menaungimu, lalu menyuruhmu pergi", ujar seorang penyair. Marilah menarik pelajaran dari ini semua. Jangan kita termasuk orang-orang yang menganggap dunia merupakan jembatan penyeberangan menuju akhirat, atau sawah ladang tempat bercocok tanam, yang menjadi bekal akhirat. Karena, tak semua orang memahami tentang kehidudpan dunia ini.

Banyak diantara mereka yang tergelincir, dan kemudian menjadi budak dunia.Mereka orang-orang yang lalai, dan merasa mulia dengan kehidupan dunia, serta menikmati berbagai aksesoris yang megah, dan palsu. Berupa benda, jabatan, wanita, dan segala bentuk atribut lainnya, yang tak berarti apa-apa.

Padahal, mereka ketika sudah menghadap Allah Azza Wa Jalla, menjadi orang paling hina nestapa, tak memiliki kemuliaan apapun. Wajah hitam hangus. Akibat panasnya api neraka. Wallahu 'alam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Sabar adalah Pantang Menyerah dan Penuh Semangat


“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS 8: 65)

Dalam bidang apapun ketika posisi kekuatan kita lemah dibandingkan yang lain – baik itu dibidang ekonomi, politik, pemikiran, peradaban – maka kita membutuhkan kekuatan ekstra untuk bisa mengungguli musuh atau pesaing-pesaing kita. Keunggulan ektstra itu hanya bisa dibangun dengan tiga hal tersebut yaitu keimanan, kesabaran dan kepahaman atas apa yang kita lakukan.

Lantas apa hubungannya antara iman, sabar dan kepahaman itu dengan keunggulan atau kemenangan kita atas orang lain yang tidak beriman, yang tidak sabar dan tidak mengerti/tidak paham ?

Dengan iman orang akan meyakini bahwa adalah Sang Pencipta – Yang Maha Kuasa – yang menentukan hasil kerja kita, kita hanya bisa bekerja  tetapi bukan kita penentu hasilnya. Dengan iman pula kita yakin akan adanya petunjuk yang menuntun kita dalam setiap aspek kehidupan. Hanya dengan imanlah semangat berjuang kita bisa dikobarkan – tanpa harus diming-imingi hasil jangka pendek.

Orang yang mengandalkan ilmu dan teknologi-nya semata untuk mengatasi persoalan hidupnya, mereka akan seperti mengejar fatamorgana – mereka mengira bahwa ilmu dan teknologinya cukup untuk menjawab segala persoalan hidup mereka – tetapi nyatanya tidak. Persoalan hidup berlari lebih kencang ketimbang ilmu dan teknologi manusia yang mengejarnya. Ilmu dan teknologi manusia tentu saja sangat penting, tetapi itu saja tidak cukup.

Kemudian dengan sabar orang bisa mengendalikan perasaan dan keinginan-keinginannya, dengan sabar orang bisa mengambil keputusan berdasarkan akalnya bukan hanya perasaannya, tidak grusa-grusu. Sabar membuat kita kuat dalam pendirian, kuat dalam tekad, berani mengambil keputusan dan istiqomah dalam memperjuangkan apa yang kita putuskan.

Dengan sabar orang tidak terganggu akal dan pikirannya meskipun dia dalam duka dan penderitaan, tidak tergoda untuk memperoleh hasil jangka pendek dengan mengorbankan tujuan jangka panjang.

Ayat tersebut di atas sekaligus juga membalikkan persepsi kita selama ini yang terkesan bahwa orang sabar itu cenderung identik dengan kerja lamban, nrimo dengan hasil seadanya dan sejenisnya. Justru sebaliknya, bahwa orang sabarlah yang memiliki produktifitas tertinggi dengan hasil 10 kali lipat dibandingkan dengan orang lain yang tidak sabar.

Bagaimana orang sabar melakukan hal ini ? Dia paham tentang tujuan hidupnya dan paham apa-apa yang harus diperjuangkannya. Orang yang tidak beriman berjuang untuk keperluan duniawinya semata karena mereka tidak memahami tujuan hidup yang sesungguhnya. Orang beriman berjuang untuk mencari keridlaanNya semata dan tidan tergoda untuk hasil jangka pendek.

Lantas apa hubungannya antara ayat di atas dengan sumber daya alam dan (potensi) problem pangan kita ?

Selama ini kita mengolah tanah dengan tidak ada bedannya dengan mereka yang tidak beriman – karena juga dari merekalah kita belajar pertanian. Kita terobsesi dengan hasil jangka pendek untuk solusi masalah-masalah yang juga jangka pendek. Sangat sedikit yang berorientasi jangka panjang dan menggunakan petunjukNya untuk solusi masalah-masalah dalam jangka panjang – once for all, satu kali solusi untuk selamanya.

Solusi untuk pangan jangka panjang kita antara lain dapat kita lihat di rangkaian ayat-ayat berikut : “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS 80 : 24-32)

Dari rangkaian ayat di atas kita tahu bahwa hanya satu dari lima sumber makanan kita yang memerlukan sawah. Selebihnya tidak harus di sawah, cukup di lahan-lahan lainnya yang semula tidak subur sekalipun – karena ada petunjukNya untuk menyuburkan lahan yang mati (QS 36:33).

Rangkaian ayat di atas juga mengindikasikan efisiensi penggunaan lahan yang kita miliki, bukan hanya tanaman tumpang sari biasa – tetapi polyculture yang memberikan sejumlah hasil pertanian sekaligus, mix antara pertanian tanaman semusim untuk bahan pangan, tanaman jangka panjang juga untuk pangan serta sekaligus lahan gembalaan untuk produksi daging, susu, pakaian dlsb.

Dengan ini  bisa kita melihat, hanya dengan petunjukNyalah mata kita terbuka lebar – bahwa solusi untuk berbagai masalah kehidupan itu memang hanya ada di petunjukNya tersebut. Tetapi untuk bisa menggunakan petunjukNya ini tentu pertama harus kita imani dahulu, yang kedua harus kita amalkan dengan kesabaran dan yang terakhir kita memang harus tahu apa yang kita lakukan ini dan mengapa kita melakukannya.

Sabar tidak identik dengan nrimo dan kerja alon-alon, sabar yang dilandasi dengan keimanan dan kepahaman justru akan meningkatkan efisiensi umat ini dalam segala bidang kehidupan. InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Mangamati Kemiskinan di Negeri ini


Bila kita benar-benar mengamati kemiskinan merajalela di sekitar kita, karena pada umumnya kita tidak menyadarinya..., mengapa ? Pertama kita tidak sensitif dalam mendeteksi gejalanya, dan kedua ada standar yang (di)bias(kan) dalam pengukurannya. Berdasarkan data BPS untuk tahun 2013 (per September 2013) misalnya, kemiskinan di negeri ini 'hanya' tercatat di angka sekitar 28.5 juta orang atau 11.47 % dari penduduk Indonesia. Padahal angka ini menggunakan garis kemiskinan di angka Rp 292,951 per kapita per bulan atau di sekitar angka US$ 1/kapita/hari, angka ini hanya kurang dari 1/10 nishab zakat !

Dengan garis kemiskinan Rp 292,951 per kapita per bulan bila disetahunkan menjadi  sekitar Rp 3.5 juta per kapita per tahun. Padalah bila menggunakan standar Dinar 20 Dinar, garis kemikinan itu seharusnya Rp 38.7 juta per kapita per tahun.

Katakanlah tidak kita gunakan Dinar tetapi kita gunakan standar nishab zakat kambing yang 40 ekor, maka dengan harga kambing ukuran kecil saja (@20 kg) seharga @ Rp 1 juta, maka nishab zakat itu sekarang di kisaran angka Rp 40 juta.

Jadi bisa dibayangkan sekarang bila dengan ukuran garis kemiskinan  yang hanya di kisaran 9 % dari nishab zakat saja sudah ada 11.5 % penduduk negeri ini berada di bawah garis kemiskinan, bagaimana kalau garis kemiskinan itu diangkat sampai pada nishab zakat ? bisa jadi mayoritas penduduk negeri ini jatuhnya masih dibawah garis kemiskinan dengan standar nishab zakat tersebut.

Apa pelajaran yang kita peroleh dari angka-angka ini ? ketika negeri ini menggunakan ukuran standarnya sendiri, kemudian juga menggunakan caranya sendiri untuk mencapai kemakmuran - ternyata  kemakmuran itu nampak begitu jauhnya.

Semoga para penyelenggara di negeri ini menyadari kesalahan mereka, cepat-cepat memperbaiki diri dengan mempermudah perijinan usaha dan akses permodalan serta membantu memfasilitasi agar semakin banyak entrepreneur-entrepreneur baru yang mampu membangun umat dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru si negeri ini. Aamiin YRA.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan