Rumah Hikmah

Rumah Hikmah: membangun kemakmuran umat melalui sharing belajar bersama berbagi Ilmu dan Amal dalam ber-bisnis mandiri melalui kantor di rumah sendiri sampai memiliki bisnis mandiri mancanegara Eksportir Indonesia.

Jl. Prof DR Lafran Pane No.26, Cimanggis, Depok. | SMS +62-856-111-1819

Eksportir Indonesia

Membangun bisnis mandiri skala International Eksportir Indonesia bersama pe-bisnis Korea, China dan Malaysia. Seharusnya kita mampu menjadi pemenang dengan memaksimalkan potensi alam yang kita miliki disertai dengan ilmu pengetahuan.

Dinar Islam

Membangun pondasi perekonomian keluarga islami berdasarkan Al Qur'an dan As Sunah. Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Membangun Kemakmuran Umat

Saatnya kita membangun (kembali) kemakmuran umat yang sebenarnya memiliki Sumber Daya Alam yang kaya akan tetapi terjajah oleh kurangnya iman, ilmu pengetahuan dan amalan.

Bersama kita bisa...!!!

Saling berbagi pengalaman, kemampuan yang dimiliki masing-masing individu dan berbagi ilmu pengetahuan, kita bersama-sama membangun (kembali) kemakmuran umat dengan kekayaan potensi alam yang kita miliki..

Sikap kita dalam mengatasi Krisis

Kita tahu bahwa krisis finansial global sampai saat ini belum jelas ujung penyelesaiannnya.  Di dalam negeri kita nampak adem ayem, karena lebih suka mengurusi pesta demokrasi yang ini dan itu. Jadi nggak ada yang punya waktu mengurusi krisis.

Realita pahitnya sudah nampak; hampir setiap hari kita membaca berita buruh yang dirumahkan, PHK karyawan dan lain sebagainya.

Sikap kita dalam mengatasi Krisis
Sikap kita dalam mengatasi Krisis
Semoga hal ini tidak menimpa perusahaan atau diri Anda; namun apa yang Anda akan lakukan bila yang terjadi adalah sebaliknya ? bila perusahaan tempat kerja Anda terancam bangkrut terkena imbas krisis finansial global dan Anda harus kehilangan pekerjaan ?.

Jangan keburu sedih dahulu !. kalau Anda sabar dalam menerimanya- bisa jadi ini awal kebaikan bagi Anda.

Pertama saran saya carilah buku do’a dan dzikir Rasulullah SAW (kalau Anda belum punya). Yang paling sederhana dan straight forward adalah Al-Ma’tsurat yaitu kumpulan do’a-do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.  Buku ini diterbitkan oleh beberapa penerbit dengan berbagai versi dan ukuran – pilih yang Anda comfortable.

Di dalam Al-ma’tsurat tersebut banyak sekali do’a yang indah-indah untuk dibaca pagi dan petang; yang paling penting untuk melawan krisis ini adalah di do’a berikut :

Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal khazan, wa a’udzubika minal ‘adzji wal kasal, wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabati al-daini wa khohri al rijaal.

“Ya Allah saya bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih, dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain.”

Sambil kita mohon pertolongan dan Do’a kepadaNya,  yang harus kita lakukan adalah ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Sadarilah bahwa ‘kebangkrutan’ perusahaan besar tempat Anda bekerja sebelumnya bisa jadi memang sudah seharusnya terjadi. Perusahaan-perusahaan besar (yang bangkrut tersebut) rata-rata bagus pada jenis pekerjaan atau produk yang telah lewat; tetapi belum tentu bagus untuk pekerjaan/produk masa kini maupun masa datang.

Untuk masa kini dan masa datang dibutuhkan usaha-usaha kecil yang dapat bergerak cepat dan luwes. Inilah peluang Anda untuk menciptakan usaha-usaha kecil yang dapat bergerak sangat cepat dan luwes ini dibidang keahlian Anda masing-masing.

Masih belum punya ide usaha ?; jangan pula khawatir - Anda tidak harus memulai segala sesuatunya dari nol.

Ada kearifan jawa – yang konon bisa jadi waktu penjajahan Jepang dahulu – Jepang belajar dari kearifan ini dan dan dijadikan oleh-oleh kenegerinya, yang kemudian membuat mereka  sangat maju selepas perang dunia II – wow -! Apa itu ?.
  • memperhatikan usaha atau produk orang lain yang sudah maju.
  • memperhatikan sambil mengidentifikasi cirri-ciri atau karakter usaha atau produk yang sudah sukses.
  • menirukan dari usaha atau produk yang sudah berhasil di pasar.
  • menambahkan atau memodifikasi model usaha atau produk yang sudah teruji di pasar.
Kalau dengan meniru (dan nambahi) saja Jepang bisa sangat maju seperti sekarang, apalagi kalau Anda punya ide-ide yang orisinil, maka insyaallah Anda akan memiliki peluang sukses yang sangat besar - di kala dunia sedang krisis sekalipun.

Syaratnya apa untuk kesuksesan ini ?; ya kembali ke do’a yang diatas tadi. Anda tidak perlu bersedih; Anda tidak boleh lemah dan malas, Anda harus menjadi pemberani dan tidak kikir, Anda tidak perlu mengandalkan hutang pada siapapun sehingga  Anda bisa bebas dari tekanan orang lain !.

Wallahu A’lam.

http://goo.gl/P2yVi
www.kantor-di-rumah.com
http://goo.gl/6kuHJ
www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Tanaman Merambat yang menjadi Sumber Pangan

Seiring dengan berlipatnya penghuni bumi, lahan-lahan pertanian produktif tergerus habis oleh pembangunan  perumahan, infrastruktur dan pabrik-pabrik. Lantas bagaimana penduduk bumi yang terus bertambah banyak bisa disuply makanannya dari lahan yang semakin sempit ?. Ilmuwan modern kemudian mulai berfikir dengan apa yang disebut vertical farming, konon ini bisa menghemat lahan. Tetapi vertical farming memiliki permasalahannya sendiri !

Energi yang dibutuhkan menjadi jauh lebih banyak untuk mengairi tanaman-tanaman yang di atas tanah, perlu biaya besar untuk menyediakan ruangan yang kondusif untuk pertumbuhan tanaman-tanaman dlsb. Karena itulah vertical farming yang sudah hampir seabad dicetuskan idenya oleh Gilbert Ellis Bailey (1915), hingga kini belum menjadi solusi atas kebutuhan pangan penduduk dunia.

Vertical farming sebetulnya memang bisa menjadi solusi, tetapi bayangan saya bukan vertical farming yang digagas oleh para ilmuwan. Ada vertical farming dalam bentuk lain, yaitu yang berdasarkan petunjukNya. Coba perhatikan ayat berikut :

“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS 6 : 141)

Tanaman Merambat yang menjadi Sumber Pangan
Tanaman Merambat yang menjadi Sumber Pangan contohnya: Gembili
Vertical farming dalam bentuknya yang paling alami adalah tanaman-tanaman yang merambat. Dia bisa sangat efisien dalam penggunaan lahan karena dengan lahan yang terbatas dia bisa merambat terus ke atas untuk menyebarkan daunnya dalam menggapai sinar matahari untuk aktifitas fotosintesa. Lihat bagaimana tanaman gembili (Dioscorea esculanta) yang kami tanam di Jonggol – menggunakan tanaman lain untuk numpang jalur ke atas untuk bisa memperoleh sinar matahari secara cukup. Karena efisiensi dalam pemerolehan sinar matahari ini, tanaman merambat seperti gembili bisa tumbuh baik di celah-celah pepohonan lain yang sudah rindang sekalipun.

Selain gembili ada tanaman tradisional kita lainnya yang lebih hebat lagi, karena rambatan keatasnya bukan hanya untuk menebarkan daun untuk menggapai sinar matahari – tetapi sambil merambat ke atas menggapai sinar matahari dia juga menebarkan buahnya.

Tanaman Merambat yang menjadi Sumber Pangan
Koro Pedang, contoh lain Tanaman Merambat yang menjadi Sumber Pangan
Contoh tanaman seperti ini di Jawa antara lain adalah apa yang disebut Koro Pedang. Yang merambat adalah dari spesies Canavalia gladiata, sedang yang tidak merambat dari spesies Canavalia ensiformis. Yang terakhir ini mulai banyak dibudi dayakan lagi di beberapa daerah di Jawa dan juga Sulawesi.

Koro Pedang sebenarnya sangat berpotensi menggantikan kedelai karena dia memiliki kandungan protein yang mendekati kedelai, disamping tingkat produktifitasnya yang tinggi. Tinggal memerlukan dukungan pemerintah dan lembaga penelitian untuk menghasilkan dan memilih spesies terbaiknya, meningkatkan produktifitasnya dan meng-antisipasi hama penyakitnya.

Ini juga menjadi peluang bagi swasta yang ingin menggarap secara serius potensi tanaman-tanaman dari jenis yang merambat untuk solusi kebutuhan pangan kita kedepan. Di peluang kerja situs inipun kami umumkan kebutuhan tenaga kerja dibidang biotechnology khususnya – antara lain dalam rangka menggarap tanaman-tanaman dari jenis yang merambat tersebut.

Gembili dan Koro Pedang barulah sebagian kecil tanaman penghasil pangan yang secara umum keberadaannya dikabarkan melalui ayat tersebut di atas, saya yakin banyak kasanah tanaman-tanaman merambat lain yang bisa tumbuh subur di negeri ini.

Bila sumber makanan itu berasal dari dua jenis tanaman seperti yang disebut dalam ayat di atas yaitu dari ‘yang merambat’ dan yang ‘tidak merambat’, berarti selama ini kita terlalu fokus pada jenis yang kedua yaitu yang ‘tidak merambat’ – seluruh makanan kita dari yang ‘tidak merambat’. Padi, jagung, kedelai, gandum dlsb. semua berasal dari jenis yang kedua yaitu jenis yang ‘tidak merambat’.

Kedepannya, dengan semakin berkurangnya lahan pertanian – peluang terbaik kita nampaknya memang di vertical farming – hanya saya cenderung tidak akan menggunakan istilah vertical farming, saya akan menggunakan istilah yang lebih orisinil dari firmannya yaitu ‘tanaman yang merambat’ !.

Bayangkan dengan potensi tanaman yang merambat ini, di celah-celah kebun-kebun yang sudah padat dengan tanaman lain-pun bisa tumbuh tanaman yang merambat seperti gembili tersebut di atas. Di teras dan halaman rumah-rumah perkotaan bisa tumbuh ke atas tanaman Koro Pedang sebagai sumber protein dan karbohidrat yang sangat memadai untuk menjamin strategi keamanan pangan kita dan anak cucu kita kedepan. InsyaAllah.
www.agribisnis-indonesia.com

Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan