Food, Energy & Water ( FEW )

Potensi kurma bisa menjadi solusi pangan dan pencegahan kelaparan dunia, begitu banyak sumber yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya – hingga tidak akan cukup bila ditulis semuanya di sini. Maka beberapa poin yang penting untuk diketahui masyarakat umum akan saya tulis lebih dahulu. Setelah tulisan sebelumnya tentang Menjadikan PetunjukNya (Al Quran) sebagai Panglima , tulisan kali ini adalah tentang bagaimana kurma bisa memberi solusi bukan hanya terhadap masalah pangan tetapi solusi pada tiga kebutuhan pokok bagi manusia sekaligus yaitu Food, Energy & Water (FEW).

Bahwasanya kurma bisa memberikan solusi pangan (Food) itu sudah sangat jelas, kandungan gizinya dlsb. yang bersifat detail akan saya tulis pada waktunya. Tetapi sebagai gambaran umum dari sisi nilai ekonomi, kemampuan kurma dalam memberikan solusi pangan ini relatif terhadap bahan pangan pokok lainnya dapat dilihat secara langsung dari perbandingan hasil per luasan lahan di samping.

Food, Water & Energy ( FEW )
Food, Water & Energy ( FEW )
Tabel tersebut adalah data yang dikumpulkan oleh Bapak Agus S Djamil. Jelas di sini bahwa kurma adalah produk pangan yang paling efisien di muka bumi.

Yang tidak bisa dibandingkan secara langsung sangat banyak. Misalnya dari sisi penghematan energi. Ketika makanan kita berasal dari beras, gandum dlsb. diperlukan begitu banyak energi mulai dari penanganan pasca panennya sampai pengolahannya di tingkat rumah tangga.

Dari tahun ketahun siapapun yang memimpin negeri ini pusing tujuh keliling memikirkan subsidi energi untuk rumah tangga. Apakah itu minyak tanah dahulu ataupun gas LPG 3 kg-an kini. Untuk apa ini semua ?, agar ibu-ibu bisa memasak makanannya sehari rata-rata tiga kali.

Bayangkan kalau sebagian saja dari makanan kita itu digantikan dengan kurma ? penurunan konsumsi energi rumah tangga akan sangat besar bagi negeri ini. Penurunan subsidi ini kemudian bisa dipakai untuk kegiatan lainnya yang tidak kalah pentingnya seperti memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, peningkatan kwalitas SDM dlsb.

Kontribusi kurma dari sisi energi bukan hanya pada penghematannya saja, tetapi juga pada supply-nya. Sumber energi dari pohon yang diindikasikan di dua ayat (QS 36 :80 dan  QS 56 : 71-72) itu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern yang menyimpulkan energi (bio ethanol misalnya) bisa dihasilkan dari tanaman apapun yang mengandung salah satu dari tiga unsur yaitu serat, pati atau gula. Pohon kurma dapat menghasilkan ketiganya sekaligus !

Yang kemudian juga tidak kalah menariknya adalah kontribusi tanaman kurma dalam penghematan dan konservasi air baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Perhatikan apa yang kita makan sehari-hari, dari memasak nasi, membuat roti, sayur lodeh, rendang dlsb. betapa banyak air yang harus kita gunakan untuk memproduksi makanan kita.  Lagi-lagi kebutuhan air untuk memproses makanan ini menjadi tidak lagi perlu manakala kita menggunakan kurma sebagai bagian utama dari makanan kita.

Ketika masih ditanam-pun kurma menjadi tanaman yang sangat efisien untuk mempertahankan air tanah. Bahkan ada petunjuk kuat bahwa tanaman kurma yang pada umumnya berumur sangat panjang itu – bisa ratusan tahun, dapat menghadirkan mata air tersendiri di tempat tumbuhnya .

Pada umumnya ayat-ayat di Al-Qur’an yang bercerita tentang air yang turun dari langit kemudian tanaman tumbuh dari padanya, demikian pula tentang kurma. Tetapi setidaknya ada dua ayat yang menyebutkan sebaliknya, yaitu air didatangkan atau dipancarkan setelah ada pohon kurma.

“Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air” (QS 36 :34)

“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan". Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.” (QS 19 : 23-24)

Dengan dua ayat tersebut di atas, pemahaman kita tentang oasis – mata air di pada pasir akan bisa berbeda. Pada umumnya orang beranggapan bahwa karena ada oasis kemudian kurma tumbuh di sekitarnya. Padahal bisa juga sebaliknya, karena ada sekumpulan pohon kurma yang hidup di suatu daerah dalam jangka panjang, mata air-pun kemudian muncul di tempat tersebut.

Artinya dengan tanaman pohon kurma yang nantinya insyaAllah kita tebarkan di Jakarta misalnya, khususnya di pantai utara Jakarta, bukan hanya Jakarta tidak jadi tenggelam karena keberadaan kurma akan menahan instrusi air laut - tetapi ketersediaan air tawar bersih bagi masyarakat Jakarta di generasi anak cucu kita – bisa jadi akan tertolong dengan banyaknya pohon-pohon kurma ini. Bandingkan ini misalnya dengan biaya yang sangat besar bila pemerintah DKI harus membuat dan merawat dam-dam penampungan air dalam jangka panjang.

Yang masih mengganjal di kita barangkali adalah keyakinan bahwa apakah benar kurma akan tumbuh dan berbuah di negeri ini ? untuk menjawab keraguan inilah melalui tulisan kami sebelumnya tersebut di atas – kita undang sukarelawan yang mau melakukan percobaan bersama kami untuk jangka yang panjang.

Upaya-upaya ini memang akan melelahkan dan merupakan perjalanan yang panjang, namun bayangkan reward-nya bagi masyarakat anak cucu kita puluhan atau bahkan ratusan tahun kedepan. Tiga kebutuhan pokok mereka - yang menjadi alasan perang bangsa-bangsa modern sampai jaman kita ini - yaitu Food, Energy and Water (FEW) dapat diatasi antara lain melalui kontribusi pohon kurma ini.

Ilmu kita belum cukup dan bahkan tidak akan pernah cukup, maka kita serahkan kepadaNya Yang Maha Mengetahui dan Maha Perkasa untuk menuntun kita pada jalan dan petunjukNya. Agar kurma-kurma yang kita tanam berbuah dan mendatangkan keberkahan, agar bumi mengeluarkan rezeki yang masih tersimpan di dalamnya dan agar langit menurunkan rezeki yang masih tertahan di atasnya.

“Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.” (14:25)

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (57:4)

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Dinar Emas:


Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan