Tugas kita untuk memakmurkan Bumi dan Umat

“…. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS 11:61) 
Bisa kita amati bumi Jawa Barat (dan Indonesia umumnya) yang sebenarnya subur namun terkesan gersang bila kita lihat melalui perjalanan darat sepanjang jalan Tol Cipularang, ini tidak terlepas dari paradigma menguasai – namun tidak memakmurkan.

Tugas kita untuk memakmurkan Bumi dan Umat
Tugas kita untuk memakmurkan Bumi dan Umat
Pemilik-pemilik tanah di sepanjang Tol tersebut baik itu perorangan, perusahaan swasta maupun BUMN telah menjadi penguasa atau pemilik tanah-tanah tersebut padahal mereka tidak mau atau tidak mampu memakmurkannya. Hasilnya sepanjang jalan yang kita lihat adalah kegersangan.

Memakmurkan tanah yang utama adalah menanaminya, oleh karena itulah ada beberapa hadits yang mendorong kita untuk menanam ini. Diantaranya yang mashur adalah hadits : “Tak ada bagi seorang muslim yang menanam tanaman atau membuka persawahan kemudian ada burung, atau manusia atau hewan ternak memakannya, kecuali baginya itu sedeqah” HR. Bukhari dan Muslim.

Bahkan pemilik tanah yang tidak mampu atau tidak mau memakmurkan tanahnya lebih dari tiga tahun, dalam Islam sebenarnya dia sudah tidak dianggap sebagai pemilik atas tanah tersebut sebagaimana hadits berikut ; “Tanah-tanah lama yang pernah ditinggalkan maka menjadi milik Allah dan RasulNya, kemudian untuk kalian sesudah masa tersebut. Barang siapa yang membuka lahan (tanah) baru, maka tanah itu menjadi miliknya dan tidak memiliki hak lagi apabila selama tiga tahun diabaikannya”.

Jadi tugas kita sebenarnya bukan menjadi penguasa, penguasa tunggal hanyalah Allah semata: “Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? …”( QS 2:107). Tugas kita adalah menjadi pemakmur bumi ini !.

Tugas menjadi pemakmur bumi yang diamanatkan ke kita semua seperti ayat tersebut diatas, selama ini memang belum menjadi perhatian serius di negeri ini. Tidak ada lomba besar-besaran dengan dana trilyunan untuk ini, tidak seperti perlombaan untuk menjadi penguasa yang digelar secara besar-besaran setiap lima tahun (PEMILU). Bahkan bagi yang sudah serius pingin memakmurkan bumi dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya-pun sampai sekarang masih harus berjuang keras untuk memperoleh lahan yang siap untuk  di tanami.

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberikan kekuatan dan kemampuan untuk dapat memakmurkan bumi dan umat, Amin Allahuma Amin.

http://goo.gl/ilGku
www.agribisnis-indonesia.com
http://goo.gl/2OPpF
www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan