Peluang memakmurkan Bumi dan Umat


Saat ini sudah ada sekitar 1 milyar penduduk bumi dalam kondisi kelaparan. Apakah generasi anak cucu kita akan semakin sengsara ?. InsyaAllah tidak - inilah kesempatan kita untuk turut berbuat yang tepat saat ini, bahkan di jaman mereka dunia bisa jauh lebih baik !, how ?. Inilah peluangnya…

Pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita-lah yang diberi tugas oleh Allah untuk memakmurkan bumi itu, bukan orang lain. Bukan para konglomerat kapitalis, bukan investor asing – tetapi kita semua yang mendapat tugas itu. Darimana kita tahu bahwa itu tugas kita, bukan tugas orang lain ?, karena firmanNya ditujukan langsung ke kita :

"…Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya..." (QS 11 : 61)

Kedua setelah kita menyadari tugas itu kemudian melaksanakannya dengan sungguh-sungguh, melakukan kerja nyata (amal soleh) mencari solusi setiap masalah umat ini sambil terus memohon ampunan kepadaNya dan terus bertaubat, Allah akan memberikan sebagian upahnya di dunia – dan insyaAllah bagian terbesarnya untuk kehidupan yang abadi nanti.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS 7 : 96)

Ketiga bahwa dunia yang saat ini sedang menuju keterpurukannya, harus kita yakini akan sampai pada suatu titik dimana arah itu akan berbalik – yaitu kembali menuju ke kemakmurannya. Darimana kita bisa yakin bahwa ini akan terjadi ?,  karena ada kabar yang sahih dari junjungan kita Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam :

" Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai " (HR. Muslim).

Nah sekarang kita sudah seharusnya yakin bahwa bumi masih akan makmur sekali lagi dan rezeki akan melimpah. Pertanyaannya kemudian adalah – apakah kita bisa ikut berperan atau tidak dalam proses pemakmuran tersebut ?. Pilihannya ada tiga, yaitu:
  • Pertama kita ikut berperan aktif dalam pemakmurannya karena itulah tugas kita seperti di ayat tersebut diatas.
  • Kedua, kita tidak berperan – karena kita anggap itu tugas orang lain yang mampu.
  • Ketiga kita berperan sebaliknya, yaitu ikut rame-rame menyengsarakan bumi dan penghuninya.
Apa ada yang mau berperan di peran yang ketiga ini ?, diakui atau tidak inilah yang paling banyak terjadi saat ini yaitu peran ketiga. Justru karena lebih banyak peran ketiga yang dimainkan orang – maka lebih dari 1 milyar orang kelaparan di jaman kita. Peran ketiga ini ada yang berbentuk kapitalisme yang menguasai sektor-sektor produksi dan pasar hanya pada segelintir orang sehingga yang lain kelaparan; ada yang menguras kekayaan alam yang non-renewable dengan tidak bertanggung jawab; ada yang membuat hukum-hukum, peraturan –peraturan yang pro si kaya dengan mengabaikan hak si miskin, ada banyak sekali pengusaha-pengusaha yang memakmurkan riba, ada banyak orang yang mengambil diluar hak-nya (korupsi), dlsb. dlsb.

Lantas apa bentuk konkritnya bila kita ingin berperan di peran yang pertama ?, salah satunya di bidang ekonomi – yaitu bagaimana kita bisa menjadi entrepreneur yang memakmurkan bumi. Enterpreneur yang mampu meng-eksplore potensi sumber daya alam yang begitu besar, potensi otak-otak manusia yang begitu cerdas, potensi iman yang akan meneguhkan hati dalam pengambilan keputusan, potensi Al-Qur’an yang menjadi sumber dari segala sumber ilmu, Al-Qur’an yang siap menjawab segala macam persoalan dan Al-Qur’an yang menjadi petunjuk lengkap dengan segala penjelasannya.

Konkritnya di lapangan kita bisa melihat begitu banyak ilmu dan teknologi yang berkembang saat ini yang insyaAllah sangat bisa dimanfaatkan untuk memakmurkan bumi. Sebagian ilmu tersebut sudah kita kuasai, sebagian masih dikuasai orang lain – tetapi pada waktunya insyaAllah akan bisa kita gunakan. Ada teknologi biologi melekuler, ada teknologi microba, ada teknologi nano, ada teknologi aerophonic , ada renewable energy dlsb-dlsb. yang semuanya menjanjikan untuk di explore.

Dengan ini semua, kita harus bisa mengubah pertanyaan pesimistis dari  ‘do what you can do ?’ (apa yang kamu bisa lakukan ?), bagaimana kita bisa bertahan hidup dengan sumber daya yang sangat terbatas?, menjadi pernyataan optimistis ‘do more...!’ ( lakukankah lebih banyak...!), lakukanlah amal soleh sebanyak-banyaknya.

Keyakinan akan limpahan rezeki itu seyakin kita atas kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang sahih yang mengabarkannya, maka kinilah waktunya berbuat merespon tugas yang diembankan ke kita sesuai ayat tersebut diatas – insyaAllah kita akan mampu memperbaiki dunia untuk anak cucu kita kedepan. InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:


Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan