Belajar dari Kegagalan


Ada seorang kawan yang meminta saya untuk tidak hanya menceritakan hal-hal positif yang membangkitkan semangat, sekali-kali diminta menceritakan juga pengalaman pahit yang dialami oleh para (calon) entrepreneur sehingga dia bisa melihat secara utuh suka duka para entrepreneur tersebut.

Sebenarnya para entrepreneur yang sukses-pun pada umumnya adalah berawal dari orang-orang yang penuh pengalaman kegagalan, tetapi kegagalan-kegagalan mereka adalah kegagalan-kegagalan yang tidak membuat mereka untuk berhenti – disitulah letak perbedaannya.

Tanpa kita sadari, setiap diri kita punya pengalaman yang banyak tentang kegagalan ini. Ada kegagalan yang menghentikan dan ada kegagalan yang tidak menghentikan. Kegagalan yang menghentikan adalah yang setelah gagal kita tidak mau mencoba kembali, sedangkan kegagalan yang tidak menghentikan adalah setelah gagal kita tetap terus mencoba mencari jalan sampai bisa.

Pada usia kita sekarang, kita bisa berjalan dan berlari karena ketika gagal dalam belajar berjalan di usia 1 tahun-an – kita terus mencoba sampai bener-bener bisa berjalan. Kita bisa naik sepeda karena meskipun babak belur dalam mencobanya waktu kecil, kita berani terus mencoba sampai bisa. Kita bisa berenang karena kita pernah glageban mencobanya, tetapi terus mencoba sampai akhirnya bisa berenang.

Nampaknya sederhana, bersepeda dan berenang – tetapi tidak semua orang bisa naik sepeda atau berenang.  Satu dari tiga putri saya tidak bisa berenang hingga kini karena dia tidak cukup keras berusaha waktu kecilnya, ketiganya pandai bersepeda karena semua berani merasakan jatuh dalam mencobanya.

Ketika Anda bekerja di tempat yang bagus dengan karir yang bagus pula sampai sekarang, itupun tidak sedikit yang harus melaluinya dari satu kegagalan demi kegagalan. Mengirim ratusan lamaran kerja awalnya dan sebagian besar ditolak, namun satu saja diterima dan Anda tekuni – maka jadilah karir Anda yang sekarang.

Berwirausaha juga demikian, produk-produk dari jenis barang dan jasa yang ada di sekitar kita – tidak ujug-ujug ada. Mereka adalah hasil jerih payah orang yang mau berusaha keras mencobanya, gagal kemudian mencobanya lagi dan seterusnya sampai akhirnya menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat bagi kita semua.

Jadi yang bisa menjadi pelajaran bukan kegagalan, tetapi sikap kita terhadap kegagalan itu sendiri. Kita tidak bisa mengambil pelajaran dari jenis kegagalan yang menghentikan, tetapi kita bisa menjadi sukses dan tangguh dari kegagalan yang tidak menghentikan.

Berikut adalah tujuh poin yang bisa membedakan sikap terhadap kegagalan-kegagalan tersebut :
  1. Hasil tidak sepenuhnya produk dari usaha; domain kita berusaha dan domain Allah menentukan hasil. Menyadari domain ini akan membuat kita tidak berhenti berusaha, karena memang itulah tugas kita.
  2. Usaha adalah jalan mendaki, jadi memang kita harus siap terengah-engah dalam menempuhnya.  Kesadaran bahwa inilah jalan yang diperintahkan olehNya itu akan membuat kita rela terengah-enngah menempuh jalan mendaki ini. “Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?” (QS 90:11). Silahkan dibaca dan direnungkan surat Al-Balad ini dalam konteks tanggung jawab kita di masa kini.
  3. Awalnya kita sendirian, ketika di death valley tidak banyak yang mau menemani kita  - hanya "FFF" yang akan bertahan menemani – maka kita harus pinter-pinter menyemangati diri dalam kesendirian.
  4. Masing-masing kita punya pilihan, apakah kita akan menjadi death –peddler (penjual kematian, menebarkan pessimism) atau live-giver (penyemangat hidup, menebarkan optimism), pilihan kita akan ikut menentukan akan menjadi apa kita nantinya dan akan berarti apa kita bagi orang lain di sekitar kita.
  5. Setiap diri kita adalah unique, tidak ada dua orang kembar-pun yang persis sama, Maka mengenali diri dan potensinya akan membuat kita bisa mengukur sejauh apa kita akan mampu melangkah dan mau memulainya.
  6. Diri kita adalah makhluk sosial, kita membutuhkan orang lain dan orang lain-pun membutuhkan kita. Bila kita ingin bisa memberi lebih banyak dari yang kita terima, maka tidak ada jalan lain kecuali kita berusaha lebih keras untuk terus bisa menempuh jalan yang medaki di atas.
  7. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi esuk hari, hidup ini bukan hanya problem yang harus diatasi – tetapi juga mystery yang harus dijalani agar kita tahu rahasianya. Tidak ada jalan lain untuk mengungkap mystery ini selain mencobanya dan mengalaminya sendiri.
Maka setelah inipun kita tetap bisa gagal, tetapi insyaAllah kali ini adalah kegagalan yang tidak menghentikan langkah kita selanjutnya…!

Aamiin YRA.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan