Tiga Konsep mengatasi Problem


Bila kita coba memikirkan untuk saudara-saudara kita yang sekarang hidup di Papua dan pulau-pulau yang jauh lainnya, mereka sering tidak punya pilihan dan terpaksa membayar untuk bahan bakar premium dengan harga yang bisa mencapai Rp 15,000/liter atau bahkan lebih. Mengapa begitu mahal di tempat mereka ?. Bahan bakar memang tersedia (available) di kilang-kilang atau depo-depo di pulau jawa, tetapi nyaris tidak accessible (tidak bisa diperoleh) di tempat mereka.

Kita-pun yang di Jawa bisa menemui situasi semacam ini, bila karena satu dan lain hal Pertamina tidak bisa memproduksi bahan bakar yang cukup, yang membuat bahan bakar tidak available maka tentu bahan bakar ini pasti juga tidak accessible bagi kita. Yang kita demo sekarang sebenarnya baru buntut dari tiga serangkai Available – Accessible dan Affordable.

Kita mempermasalahkan buntut-nya karena itu yang kita rasakan sekarang, kalau kita berfikir jangka panjang sampai ke anak cucu kita – maka urutannya akan berbeda. Pemerintah atau siapapun yang berwenang dalam bidang energy ini harus bisa ‘menenangkan’ masyarakat dengan program-programnya yang menjamin energy available, accessible dan tentu juga harus affordable.

Kalau energy tidak available, pasti juga tidak accessible dan juga tidak affordable. Kalau dia available, kemungkinannya bisa accessible bisa juga tidak. Kalau dia available dan accessible, maka dia bisa affordable dan bisa juga tidak. Jadi yang kita demo sekarang baru 1/3 dari masalah besar yang ada seperti dalam diagram pohon dibawah.

Karena masalah energy ini merupakan masalah kebutuhan pokok seluruh masyarakat, maka sudah sewajarnya kalau pemikiran terhadap energy ini menjadi perhatian utama manakala kita memilih wakil-wakil kita, pemimpin kita dlsb.

Pada pemilu ini misalnya, seharusnya kita bisa menuntut pada seluruh wakil-wakil dan calon pemimpin kita, konsep apa yang mereka pikirkan tentang availability, accessibility dan affordability untuk kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat baik itu energy, bahan pangan, perumahan, kesehatan dan berbagai masalah pokok lainnya.

Tiga hal tersebut di atas selain menjadi urusan pemerintah, sebagian  juga bisa digarap oleh swasta dan inilah peluang besarnya. Di setiap kotak merah dalam diagram diatas adalah peluang bagi yang bisa membuatnya hijau.

Ketika bahan bakar untuk mobil tidak lagi tersedia misalnya, maka mobil-mobil ringan yang bisa digerakkan dengan tenaga surya bisa menjadi peluang. Ketika bahan bakar tidak accessible di suatu daerah, pihak-pihak yang bisa mengirimkannya dengan efisien dan affordable akan memiliki peluangnya.

Tiga konsep ini juga berlaku untuk segala kebutuhan kita, jadi dengan memahami konsepnya akan menjadi peluang tersendiri bagi yang mau menggarapnya.

Kotak-kotak merah yang masih bisa dihijaukan, dan itulah peluang kita. InsyaAllah.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan