Menjadi Pemimpin Dunia


Jika kita tidak berbuat seperti yang diperintahkan untuk berbuat, misalnya perintah untuk beriman dan bertakwa untuk dihadirkannya keberkahan dari langit dan dari bumi (QS 7:96), atau perintah untuk beriman dan beramal shaleh untuk dijadikannya kita memimpin dunia (QS 24:55), atau perintah untuk mengikuti kitabNya (Al Quran) agar dicukupkan rezeki dari bawah kaki dan dari atas kita (QS 5:66) – maka bila ini semuapun tidak kita lakukan, bisa jadi kita tetap makmur secara duniawi, dunia tetap ada yang memimpin dan kita tetap bisa makan – hanya saja semuanya yang mengurusi orang lain dan kita kehilangan kesempatan emas kita untuk berbuat seperti yang diperintahkanNya atau dicontohkan oleh rasulNya.

Kita sudah melihat begitu banyak contoh-contoh kegagalan umat ini. Kegagalan dalam politik, dalam ekonomi, dalam budaya, pendidikan dan peradaban – semuanya antara lain karena berangkat dari cita-cita dan contoh yang salah.

Kita lebih menyukai menggunakan rujukan buatan manusia daripada tuntunan dari Maha Pencipta:
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan "lahwa al hadist" (rujukan/hukum tidak berguna) untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami (Al Quran) dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih." (QS 31:6-7).

Dalam ekonomi syariah misalnya, teman-teman yang bergerak di bank, asuransi , pasar modal syariah dan lain sebagainya gagal mencapai market share yang berarti di tengah penduduk muslim yang 87 % negeri ini. Mengapa ?, ya karena contohnya salah.

Mereka justru mencontoh bank, asuransi dan pasar modal yang seharusnya digantikannya. Mereka mengikuti aturan main yang sama, skenario yang sama bahkan juga produk-produk yang sama – bagaimana mungkin hasilnya bisa berbeda ?

Padahal karakter dari petunjuk kita itu adalah tegas dan jelas:
“…Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS 2:185).

Allah SWT juga telah menjanjikan umat ini menjadi yang tertinggi derajatnya dan menjadi pemimpin dunia, bila kita semua kembali kepada Al Quran.

"(Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."
(QS 'Āli `Imrān:138-139).

Wallahu A'lam.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan