Kepemimpinan di jaman ini...?


Yang akan membuat negeri ini makmur di jaman ini bukanlah para pemimpinnya, tetapi dari rakyat atau penduduknya yang beriman dan bertakwa. Apapun janji kemakmuran yang akan dibawa oleh para (calon) pemimpin yang sedang merayu hati rakyat saat ini – tidak akan pernah terpenuhi janji tersebut – selagi para (calon) pemimpin tersebut tidak mengajak kepada keimanan dan ketakwaan. Sampai saat ini saya belum melihat adanya kampanye yang fokusnya mengajak kepada dua hal ini – keimanan dan ketakwaan. Padahal inilah kunci kemakmuran itu sebagaimana ayat berikut :

"Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS 7:96)

Jadi dua langkah saja cukup untuk membawa kemakmuran bagi negeri ini, yaitu yang pertama meningkatkan keimanan dan yang kedua meningkatkan ketakwaan.

Kemudian langkah ketiganya adalah meningkatkan amal shaleh di segala bidang. Ingat bahwa saat ini kita berada di jaman Mulkan Jabariyah, entah berapa lama waktunya kita akan sampai pada jaman berikutnya yaitu jaman Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah 'ala minhajin nubuwwah).

Apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk menyongsong jaman tersebut ? buanyak sekali amal shaleh yang terkait dengan persiapan ini. Kinilah waktunya kita menyiapkan pendidikan terbaik kita, agar anak-anak dan cucu keturunan kita kelak memenuhi syarat untuk mengusung jaman Khilafah yang menempuh jejak Kenabian tersebut.

Kinilah waktunya untuk kita mulai merintis seluruh system kehidupan yang mengikuti syariat, mulai dari ketika kita berdagang, mengelola modal, mengelola kesehatan, mengelola pasar, mengelola sikap dalam berpolitik dlsb.dlsb.

Kini pulalah waktunya kita menggunakan petunjukNya yang langsung melalui ayat-ayat Al-Qur'an maupun melalui sunnah-sunnah nabiNya, dalam mengelola seluruh sumber daya alam yang melimpah yang memang beban tugas memakmurkannya ada di pundak kita ( QS 11:61).

Tidak berada dalam pemerintahan – bukan berarti kita pasif dan menyerahkan urusan pada yang bukan ahlinya. Sebaliknya kita bisa aktif berbuat untuk persiapan kemakmuran yang sesungguhnya, tanpa terjebak dalam jaman dimana kita 'dipaksa' mengikuti system yang melanggar syariat.

Bahwa dengan langkah-langkah yang mengikuti syariat ini kita yakin akan makmur, ya karena ada janji Allah dalam ayat di QS 7:96 tersebut di atas. Kita juga tidak akan membiarkan siapapun yang memerintah nanti berbuat semaunya yang merugikan umat – seperti riba yang diwajibkan tersebut di atas, kita akan bisa menolaknya bila umat yang besar ini bersatu dan justru tidak terbelah-belah sebagian membela system riba yang lain menolaknya.

Bahwa kunci kemakmuran ada di umat atau penduduk ini, selain dijanjikan di ayat di atas juga dikabarkan melalui hadits berikut : " Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia idak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai " (HR. Muslim).

Kemakmuran yang tergambar dalam hadits tersebut di atas – jelas kemakmuran di jaman Islam karena diindikasikan dengan kalimat "…laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya…", siapa lagi yang sadar zakat kalau bukan muslim ?

Tetapi tentu saja kemakmuran ini tidak datang secara ujug-ujug, kemakmuran ini perlu ikhtiar kerja keras kita, bersamaan dengan itu kemakmuran ini perlu pertolonganNya – yang tidak mungkin kita peroleh bila kita melawanNya dengan system yang ribawi misalnya.

Untuk memperoleh pertolonganNya perlu keimanan dan ketakwaan, sedang jangankan sampai ketakwaan – keimananpun tidak ada bila kita masih menggunakan system riba apalagi mewajibkannya. Perhatikan ayatNya berikut :

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman." (QS 2:278)

Ayat tersebut jelas bahwa sesudah perintah beriman dan bertakwa kita disuruh meninggalkan riba – jika kita beriman !, jika tidak ? tahu sendiri maknanya.

Kepemimpinan akan kembali ke umat ini bila syaratnya sudah kita penuhi, bahkan bukan hanya kepemimpinan negeri ini tetapi kepemimpinan dunia. Dan ini pasti terjadi karena Dia sendirilah yang berjanji, kapan itu ? Setelah kita bisa membangun generasi yang benar-benar beriman dan beramal shaleh.  Saat itulah umat ini akan kembali memimpin dunia !

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS 24:55)

Jadi jelas, tugas umat  di jaman Mulkan Jabariyah ini bukan berebut  kekuasaan di pemerintahan tetapi melakukan hal-hal yang harus dilakukannya. Dari penjelasan di atas, ada setidaknya 3 points dari things to do yang  insyaallah kita semua bisa mulai melakukannya di bidang dan posisi kita masing-masing.

Tiga hal tersebut adalah : Pertama meningkatkan keimanan, Kedua meningkatkan ketakwaan dan Ketiga meningkatkan amal saleh. Tiga hal inilah kunci turunnya berkah dari langit dan dari bumi (Iman dan Takwa), dan kunci kembalinya kepemimpinan ke tangan umat (Iman dan Amal Shaleh).

Maka jangan sampai kegaduhan politik yang akan berlarut sampai memasuki 10 hari pertama di bulan Ramadhan nanti, justru menjauhkan kita dari kunci-kunci kemakmuran dan kepemimpinan umat yang sejati ini.

www.rumah-hikmah.com

Tulisan Terkait:

Info Bisnis:

Info Keuangan:

coconut fiber indonesia - civet coffee beans luwak indonesia - rumah baru dekat tol di jatiasih - eksportir indonesia - solusi properti - rumah dinar - manufaktur indonesia - agribisnis indonesia - white copra indonesia - coconut coir pellets - jual panel beton murah siap pakai - jasa pasang panel beton - jual komponen nepel, mur, baut, spare parts ac, kuningan - komponen, nepel, mur, baut, ac, kuningan - industri manufaktur pengecoran kuningan - brass foundry casting manufacturer - brass billets, bullets, neple, nut, bolt, fitting, parts - tanah di kawasan strategis - rumah baru eksklusif dekat tol - rumah murah dekat tol - jual tanah di sudirman - jual tanah di kuningan - jual tanah dekat menteng - paket tour perjalanan wisata - apakah dinar emas - tanya jawab dinar - jual dinar - beli dinar - dinar emas - jual benih lele - jual bibit lele - benih lele - bibit lele - lele sangkuriang -

Grafik Harga Dinar terhadap Rupiah

Meninggalkan Pesan

Meninggalkan Pesan
Form isian untuk meninggalkan Pesan